Berita UtamaMetropolis
Trending

Kali Bekasi Masuk Proyek Multiyears

Mulai 2020 Dinormalisasi

BAKAL DINORMALISASI: Warga beraktivitas di aliran Kali Bekasi, Minggu (26/1). Pemerintah pusat bakal melakukan normalisasi Kali Bekasi lewat proyek multiyears yang dimulai tahun 2020.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Normalisasi Kali Bekasi bakal dilakukan dan masuk proyek multiyears yang prosesnya dikerjakan hingga tiga tahun kedepan.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, desain normalisasi saat ini sedang dirancang, guna meminimalisir penggunaan lahan pribadi milik warga di sepanjang Kali Bekasi.

Dana sebesar Rp4,3 triliun dari pemerintah pusat disepakati untuk melakukan normalisasi Kali di wilayah Kota Bekasi, mulai dari perbatasan di wilayah Perumahan Pondok Gede Permai (PGP).

Selain normalisasi, uang itu juga akan digunakan pembangunan turap, peningkatan jembatan di sepanjang kali, dan perbaikan tiga jembatan yang mengalami kerusakan ketika diterjang banjir awal tahun 2020.

”Ya rencananya pakai dana multiyears, jadi akan (dikerjakan,red) tiga tahun dimulai dari tahun ini,” terang Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto ketika dijumpai di Plaza Pemkot Bekasi, Selasa (28/1).

Pekerjaan rencananya akan dimulai pada September mendatang. Pasalnya, Uang yang digunakan masih menggunakan dana sisa lelang tahun 2020, tinggal menunggu berapa sisa yang bisa dimanfaatkan untuk memulai pekerjaan tahun ini.

Hingga saat ini, dijelaskan oleh Tri, belum bisa dilihat desain final normalisasi Kali Bekasi. Beberapa waktu lalu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta untuk mendesain ulang.

Proses perubahan desain ini dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), sekaligus sebagai eksekutor proyek normalisasi Kali Bekasi.

Guna mengantisipasi terjadi bencana banjir serupa awal tahun kemarin, Pemkot Bekasi telah menetapkan lokasi yang rencananya akan dibangun tandon atau folder air.

”Di Bantargebang, kemudian di Rawapasung itu ada penambahan lagi sekitar dua hektar, kemudian ada di arah Pondok Gede. Lalu ada juga di setiap crossing tol dan Kalimalang yang akan kita siapkan juga tempat-tempat penampungan air sebelum masuk ke crossing,” ungkapnya.

Pasca-sebagian besar wilayah Kota Bekasi terendam banjir, Pemkot Bekasi mengakui masih memerlukan jumlah tandon atau folder air lebih banyak untuk menampung dan menahan arus air. Beberapa lokasi yang disebut telah ditetapkan untuk lokasi penambahan folder air, mayoritas lahan kosong. (sur)

Related Articles

Back to top button