BekasiBerita Utama
Trending

Pabrik Gas Meledak

1. GAS MELEDAK : Kondisi bangkai kendaraan yang terparkir di dalam perusahaan penyalur gas paska ledakan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Selasa (28/1). Akibat ledakan gas yang berasal dari bongkat muat kendaraan PT Semar Gemilang itu, belasan orang mengalami luka .ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Pabrik gas PT Semar Gemilang (SG) yang berada di Jalan Raya Sukaringin No 1 RT 03/02 Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, meledak Selasa dinihari sekitar pukul 00.30. Akibatnya, belasan orang mengalami luka bakar serius. Diduga, kebakaran itu dipicu oleh ledakan salah satu tabung gas.

Salah seorang saksi Ronan mengatakan, kejadian berawal pada pukul 00:00  terjadi ledakan kecil dari dalam pabrik yang memproduksi Gas Elpiji tersebut. Setelah ledakan kecil tersebut, tercium bau gas yang sangat menyengat lalu disusul ledakan berikutnya yang mengagetkan warga sekitar.

Kata dia, diledakan kedua tersebut membuat orang-orang yang berada disekitar PT mengalami luka bakar. Pasalnya percikan api dalam dalam PT sampai meraba keluar dengan ketinggian api diatas lima meter.

”Informasinya akibat kebocoran gas, karena saat itu tidak ada yang berani masuk. Termasuk api percikan dari mana tidak ada yang tahu,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (28/1).

Ditempat yang sama, warga lainnya, Rajab menuturkan, akibat ledakan tersebut warga masih banyak yang mengalami trauma. Bahkan rumah-rumah warga yang dekat dengan PT Semar Gemilang mengalami retak-retak pasca-ledakan yang terjadi semalam. Sehingga kedepannya kata dia, warga meminta PT Semar Gemilang ditutup.

”Kita berharap ini tidak terjadi lagi. Lebih baik PT ini ditutup, karena berbahaya buat masyarakat. Misalkan pemerintah tidak mau menutup, kita (warga) yang akan menutup sendiri. Ini harus ditutup. jangan sampai terulang kembali,” tukasnya.

Dia membeberkan, PT yang sudah berdiri dari tiga tahun yang lalu ini tidak memberikan penyuluhan ke warga untuk apa mendirikan bangunan. Walaupun sebelumnya, pihak PT sempat meminta tanda tangan warga, tapi tidak ada yang dikasih tahu kalau PT ini mau memproduksi gas.

”Kita tidak tahu ini buat apa awalnya. Tahu-tahu berdiri saja dan katanya memproduksi gas. Untuk izin memang dulu pernah ada yang meminta tanda tangan warga, tapi tidak ada penyuluhan ini untuk produksi apa,” ungkapnya.

Sementara itu, orang tua korban (Diki Wahyudi), Nasih mengaku, setelah terjadi ledakan pertama suasana sekitar PT dipenuhi asap putih (gas). Kemudian anaknya yang bekerja di PT tersebut bagian pengisian gas mencoba masuk ke dalam PT untuk mematikan saklar listrik, namun tiba-tiba setelah mematikan saklar terjadi ledakan yang langsung mengakibatkan kebakaran.”Jadi saat meledak dia (anaknya) terpental keluar, karena kondisinya masih ada di dalam PT habis mematikan saklar listrik,” ungkapnya.

Kata dia, kondisinya anaknya pasca-terjadi ledakan sangat mengkhwatirkan. ”Kondisi luka bakarnya parah bangat, sekarang sudah dibawa kerumah sakit,” ucapnya.

Pengawas Tenaga Kerjaan Provinsi Jawa Barat, Jetro Benny mengatakan, semua korban ledakan sudah mendapatkan perawatan. Kemudian dirinya juga akan meminta hak-hak korban diberikan, termasuk santunan dan segala macamnya. ”Korban sudah ditangani semua. Kemudian nanti juga akan dihitung cacatnya oleh dokter pemeriksa dan akan diberikan santunan ke setiap pekerja,” tuturnya.

Dia mengaku masih menyelidiki penyebab ledakan. Kendati demikian dirinya mendapat informasi, bahwa mobil tanki yang membawa gas dari deponya masuk dan mengisi ke tanki yang ada ditempat ini. Tapi saat belum selesai pengisian supir sudah maju, yang menyebabkan gas berceceran. ”Kedepannya kita akan tekan ini bagaimana langkah perlindungannya pekerja terjadwal hak-hak nya. Itu yang harus kita kawal terus,” ucapnya.

Kapolsek Tambelang, AKP Shodirin menuturkan, dari hasil data korban yang diterima pihak kepolisian ada tujuh korban yang mengalami luka bakar dan sudah dibawa ke rumah sakit yang berbeda. Empat korban di RS Pusat Pertamina, satu orang di RS Cipto Mangun Kusumo, dan dua di RSUD Kabupaten Bekasi.

”Korban kondisinya mengalami luka bakar. Dari tujuh itu ada warga dua orang. Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Nanti kita akan melibatkan tim forensik,” tuturnya.

Menurutnya, untuk data kerusakan rumah warga masih dilakukan pendataan. Termasuk dugaan sementara terjadi ledakan masih terus di dalami. Hanya saja, sudah ada beberapa saksi-saksi yang akan dimintai keterangan.

”Kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, ada 12 saksi dan yang sudah dimintai keterangan ada lima orang. Dugaan sementara masih di dalami. Termasuk kerusakan rumah masih di data,” ujarnya.

Terpisah, anggota DPR RI, Obon Tobroni mendorong untul merivisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kesehatan Kerja perlu segera direvisi. Sehingga tidak ada lagi korban akibat kurang K3. Selain itu, Obon yang juga anggota Komisi IX DPR RI juga meminta pihak perusahaan bertanggung jawab.

”Jadi satu sisi perusahaan harus bertanggung jawab. Satu sisi lain undang-undangnya akan kita revisi. Tadi saya sudah melihat korban di rumah sakit. Kondisinya 80 persen mengalami luka bakar,” ungkapnya.

Sementara itu, Pihak PT Semar Gemilang yang sedang melakukan pendataan rumah warga yang rusak, enggan diminta keterangan mengenai kejadian ledakan yang mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakar. (pra)

Data Fakta

Ledakan pertama pukul 00:00 dinihari

Ledakan kedua pukul 00:30 dinihari

Api Padam pukul 02:00 dinihari.

PT Semar Gemilang Memproduksi Gas LPG

Beroperasi tiga tahun lalu

Warga minta pabrik ditutup karena membahayakan

Korban

  1. Karman (47) Security
  2. Robih (35) Security
  3. Wahyu (27) Karyawan
  4. Midih (40) Kadus Desa Sukaringin
  5. Tomi (36) Sopir
  6. Dery Mulyana (37) Sopir
  7. Sudirman (35) Security
  8. Madinah (65) Warga
  9. Rasmin (43) Sopir
  10. Junaedi (43) Proyek
  11. Amak, Proyek
  12. Ibu Dayani (32) Warga
  13. Ibu Nonih (65) Warga
  14. Nurdin (50) Warga
  15. Ibu Yanih (43) Warga
  16. Jungga (35) Kondektur
  17. Ibu Nanih (70) Warga
  18. Ibu Lisna (30) Warga
  19. Fatir (8) Warga

Korban Dirawat

RS Pusat Pertamina

RS Cipto Mangun Kusumo

RSUD Kabupaten Bekasi.

Kendaraan Terbakar : 6 Unit

Related Articles

Back to top button