Berita UtamaMetropolis
Trending

Ancam Permukiman Warga

Longsor Perumahan Kemang belum Tersentuh Perbaikan

LONGSOR: Warga mengamati bangunan rumah yang hampir terkena longsor di Perumahan Kemang Pratama II, Jalan Melati 11, Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (29/1). Longsor yang terjadi sejak 1 Januari itu hingga kini belum tresentuh perbaikan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Longsornya tebing pembatas perumahan Kemang Pratama II, Rawalumbu, sejak awal tahun lalu hingga kini belum tersentuh perbaikan. Kondisi itu mengancam rumah warga yang berada persis diatas permukiman elit tersebut.

Lokasi tanggul longsor berada di Jalan Kemang Melati 11, Perumahan Kemang Pratama II, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi.

Sementara, rumah warga yang berada diatas permukaan tanah perumahan berada di Kampung Rawaroko, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu.

Pantauan Radar Bekasi, tebing yang longsor tersebut memiliki tinggi sekira 15 meter dari permukaan tanah perumahan. Sementara panjang tebing yang longsor sekira 20 meter.

Longsoran tebing sempat menutup jalan perumahan. Tebing diketahui mulai longsor tepat sore hari menjelang malam tahun baru 2020. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah Kota Bekasi hingga pagi hari, beruntung tidak ada warga yang menjadi korban.

Saat ini material longsor sudah disingkirkan di tepi jalan perumahan menggunakan alat berat beberapa waktu lalu, sehingga jalan bisa kembali dilalui, meskipun masih nampak bekas tanah merah di badan jalan. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) mengaku akan mensurvei lokasi longsor, meski alat berat sebelumnya sudah diturunkan untuk membuka akses jalan.

”Saya survei dulu besok, kita koordinasikan juga dengan balai,” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Zainal Abidinsyah, Rabu (29/1) sore.

Di wilayah ini, terdapat kemungkinan penanganan kerusakan menjadi tanggung jawab DBMSDA atau Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC). Beberapa pekan ini Pemerintah Kota Bekasi memang tengah fokus memulihkan sejumlah titik yang terdampak bencana banjir.

Sementara berkaitan dengan rumah warga tersebut, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengungkapkan, jika terjadi kerusakan terhadap bangunan dimungkinkan adanya bantuan.

”Kalau perbaikan tebing itu wewenang DBMSDA atau Balai (BBWSCC), kita akan cek kesana (jika terjadi kerusakan rumah),” katanya ketika dihubungi. (sur)

Related Articles

Back to top button