Berita UtamaCikarangHukum
Trending

Maling Ban Mobil Terancam 7 Tahun Penjara

PERLIHATKAN BB: Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan (tengah) bersama jajarannya memperlihatkan sejumlah Barang-Bukti (BB) yang digunakan dalam kasus pencurian velg dan ban mobil, saat ungkap kasus di Polres Metro Bekasi, Rabu (29/1). ARIESANT/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Pelaku pencurian velg berikut ban mobil di parkiran yang berinisial SS (30), berhasil dibekuk pihak Kepolisian Polres Metro Bekasi di kediamannya, wilayah Cikarang Utara, Rabu (29/1). Pelaku ditangkap setelah memposting hasil curian (ban mobil) di akun Facebook-nya.

Menurut keterangan pelaku SS, barang hasil curian itu dijual dengan harga murah ke pedagang barang bekas (seken) yang ada dipinggir jalan, walaupun sesekali diposting di media sosial (medsos). Uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

”Saya jual murah, karena memang tidak ada uang buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan ini karena kepepet saja, karena ada kebutuhan mendadak, saya punya istri dan anak,” beber SS saat ungkap kasus di Polres Metro Bekasi, Rabu (29/1).

Dia mengaku, nekat melakukan aksi tersebut karena kebutuhan ekonomi keluarga yang kekurangan. Sehingga, aksinya itu dilakukan seorang diri, walaupun sebelumnya tidak ada pengalaman khusus untuk mencopot ban mobil.

”Saya sendiri yang melakukannya, dan tidak pernah belajar soal itu, karena terdesak keadaan ekonomi saja,” ucapnya.

Sambil tertunduk, SS menceritakan, sebelum melakukan aksinya, dia terlebih dulu mencari mobil yang sedang terparkir di tempat sepi, bahkan tidak mengincar jenis mobil tertentu.

”Saya tidak pilih-pilih mobil yang mau diambil ban-nya. Tinggal melihat situasai saja. Biasanya mobil Avanza dan Rush,” tuturya.

Sementara Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan menjelaskan, pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak empat kali di lokasi yang berbeda. Pertama dilakukan pada 15 Agustus 2019 di City Work. Kemudian di Living Plaza, Jababeka, Plaza Jababeka, dan RS Siloam, Lippo Cikarang pada 19 Desember 2019.

”Setiap melakukan aksinya, pelaku selalu membawa dongkrak (untuk mengangkat kendaraan), kemudian kunci shock (untuk membuka baut-baut mobil), dan pelaku juga membawa batako yang berukuran 20×40 Cm dibagi dua (untuk mengganjal mobi),” bebernya.

Lanjut Hendra, pelaku mencari sasaran secara acak. Kemudian saat sudah menemukan sasaran-nya, pelaku memepetkan kendaraan yang ia bawa (mobil jenis Rush). Tujuannya agar bisa menghalangi pandangan orang saat melakukan aksinya (mencopot ban mobil). Dan pelaku hanya membutuhkan waktu satu jam setiap beraksi.

”Pelaku melakukan aksinya dengan waktu yang sangat singkat. Untuk satu mobil dengan empat ban, pelaku hanya membutuhkan waktu satu jam. Jadi, pelaku ini selalu memepetkan mobil yang ban-nya akan dicuri. Sebab pelaku melakukan aksinya menggunakan mobil orang tuanya,”  tukas Hendra.

Dari hasil curian itu, pelaku menjual ke pedagang barang-berang seken yang berada di pinggir jalan dengan harga satu ban Rp 200 ribu. Pelaku nekat melakukan aksinya, karena setelah di PHK dari salah satu perusahaan di Kabupaten Bekasi.

”Motif pelaku karena ekonomi, hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari. Pelaku melakukan itu karena memang keahliannya dan merasa lebih aman mencari ban mobil. Berdasarkan keterangan pelaku, dia memulai aksinya sejak bulan Agustus 2019,”  pungkasnya.

Untuk proses penangkapan sendiri, lanjut Hendra, setelah korban pencurian ban di Living Plaza, Jababeka melapor ke Polres Metro Bekasi. Kemudian unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan di lokasi, dengan mengambil kepcher parkir di TKP dan melihat rekaman CCTV yang ada, sampai akhirnya mengarah ke satu nama, yaitu SS.

”Berdasarkan kepcher mobil dan rekaman cctv mengarah ke nama SS. Kemudian dilakukan pendalaman, dan tempat tinggal pelaku berhasil dilacak,” ucapnya.

Selain itu, tambah Hendra, pihaknya juga berhasil mendapatkan akun Facebook SS (pelaku). Dari akun facebook itu, pihaknya berani menyimpulkan bahwa SS ini benar-benar pelaku. Sebab, di akun-nya pelaku terlihat menawarkan velk mobil, yang diduga hasil curian. Lalu selang satu hari, pelaku berhasil ditangkap di kediamannya.

”Pelaku ini sempat mempsting di facebook-nya mau menjual ban mobil yang diduga hasil curian. Dari situ, kami kembangkan untuk mencari yang bersangkutan. Dan dalam waktu satu setengah hari, pelaku berhasil ditangkap,” tutup Hendra.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun. (pra)

Related Articles

Back to top button