BekasiCikarang
Trending

Puslabfor Polri Selidiki Penyebab Kebakaran PT SG

TEMBOK RETAK: Warga menunjukkan tembok rumahnya yang retak akibat dihantam ledakan gas di Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mendatangi PT Semar Gemilang (SG) yang merupakan pengisian tabung gas yang salah satunya meledak di Jalan Raya Sukaringin No 1 RT 03/02 Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/1).

Peristiwa yang terjadi, Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 itu, mengakibatkan 19 orang mengalami luka bakar serius. Diduga, kebakaran itu dipicu oleh ledakan salah satu tabung gas.

”Memang dari Puslabfor Mabes Polr melakukan pengecekan ke lokasi ledakan. untuk menyelidiki penyebab ledakan tabung gas tersebut,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Rabu (29/1).

Ia mengakui, beberapa informasi yang diterima pihak kepolisian masih simpang siur. Makanya untuk memastikan penyebab ledakan, Puslabfor Mabes Polri nanti  yang bisa tentukan apakah ada kelalaian atau tidak dalam kejadian tersebut.

”Informasi yang kami terima masih simpang siur. Makanya kami meminta Puslabfor Mabes Polri yang menangani. Jika hasil-nya sudah keluar, maka kami bisa tentukan ada kelalaian atau tidak. Misalkan ada kelalaian, maka disitu terjadi pelanggaran, sehingga harus ada sanksi dan penegakan hukum,”  tegas Hendra.

Hanya saja, dirinya belum bisa memastikan berapa lama hasil dari Puslabfor Mabes Polri baru bisa keluar. ”Untuk berapa lamanya hasil proses dari Puslabfor Mabes Polri, saya belum bisa menentukan, karena yang tahu mereka,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, pengisian tabung PT SG meledak dan mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakar serius. Diduga, kebakaran itu dipicu oleh ledakan sebuah tabung gas.

Salah seorang saksi, Ronan mengatakan, ledakan kecil terjadi pada pukul 00.00 dari dalam pabrik yang mengisi gas elpiji tersebut. Setelah ledakan kecil terdengar, tercium bau gas yang sangat menyengat, lalu disusul ledakan besar dan mengagetkan warga sekitar.

Kata dia, ledakan kedua membuat orang-orang yang berada disekitar PT mengalami luka bakar. Pasalnya, percikan api di dalam dalam PT sampai merambah keluar dengan ketinggian api di atas lima meter.

”Informasinya akibat kebocoran gas, karena saat itu tidak ada yang berani masuk. Termasuk sumber api dari mana tidak ada yang tahu,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (28/1).

Ditempat yang sama, warga lainnya, Rajab menuturkan, akibat ledakan tersebut warga masih banyak yang mengalami trauma. Bahkan rumah-rumah warga yang dekat dengan PT Semar Gemilang mengalami retak-retak pasca-ledakan yang terjadi semalam. Sehingga kedepannya kata dia, warga meminta PT Semar Gemilang ditutup.

”Kami berharap ini tidak terjadi lagi. Lebih baik PT ini ditutup, karena berbahaya buat masyarakat. Misalkan pemerintah tidak mau menutup, kita (warga) yang akan menutup sendiri. Ini harus ditutup. jangan sampai terulang kembali,” sarannya.

Dia membeberkan, PT yang sudah berdiri dari tiga tahun yang lalu ini tidak memberikan penyuluhan ke warga untuk apa mendirikan bangunan. Walaupun sebelumnya, pihak PT sempat meminta tanda tangan warga, tapi tidak ada yang dikasih tahu kalau PT ini mau memproduksi gas.

”Kami tidak tahu ini buat apa awalnya. Tahu-tahu berdiri saja dan katanya memproduksi gas. Untuk izin memang dulu pernah ada yang meminta tanda tangan warga, tapi tidak ada penyuluhan ini untuk produksi apa,” sesalnya.

Sementara itu, orang tua korban (Diki Wahyudi), Nasih mengaku, setelah terjadi ledakan pertama, suasana sekitar PT dipenuhi asap putih (gas). Kemudian anaknya yang bekerja di PT tersebut bagian pengisian gas mencoba masuk ke dalam PT untuk mematikan saklar listrik, namun tiba-tiba setelah mematikan saklar, terjadi ledakan yang langsung mengakibatkan kebakaran.

”Jadi saat meledak (anak saya) terpental keluar, karena kondisinya masih ada di dalam PT habis mematikan saklar listrik,” ungkapnya.

Kata dia, kondisinya anaknya pasca-terjadi ledakan sangat mengkhwatirkan. ”Kondisi luka bakarnya parah bangat, sekarang sudah dibawa kerumah sakit,” terangnya.

Pengawas Ketenaga Kerjaan Provinsi Jawa Barat, Jetro Benny, menyatakan semua korban ledakan sudah mendapatkan perawatan. Kemudian dirinya juga akan meminta hak-hak korban untuk diberikan, termasuk santunan dan segala macamnya.

”Korban sudah ditangani semua. Kemudian nanti juga akan dihitung cacat nya oleh dokter pemeriksa dan akan diberikan santunan ke setiap pekerja,” tegas Jetro.

Sementara itu, Pihak PT Semar Gemilang yang sedang melakukan pendataan rumah warga yang rusak, enggan diminta keterangan mengenai kejadian ledakan yang mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakar. (pra)

Tags
Close