BekasiKesehatan
Trending

234 WNI Dievakuasi dari Wuhan

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Pemerintah sudah siap mengevakuasi 243 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok, terkait merebaknya wabah virus Korona. Meski begitu, opsi tersebut masih dipikirkan mekanismenya.

Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menjelaskan, WNI yang dievakuasi tentunya harus dilengkapi dengan data dan dokumen yang sah. Semua WNI legal dengan paspor dan data yang sah harus terkaver.

”Sebaran WNI ada di 7 titik, bayangkan satu provinsi, itu cukup jauh jaraknya, sejauh 500 kilometer ke titik penjemputan,” jelas Teuku Faizasyah dalam konferensi pers di Gedung Kemenkominfo, Kamis (30/1).

Menurutnya, pemerintah Tiongkok siap memfasilitasi pemulangan WNI dari wilayah terdampak virus Novel Corona (nCov), Provinsi Hubei, ke Indonesia. Pemerintah siap memulangkan WNI dalam waktu dekat. Sebanyak 243 WNI tersebar dalam 7 titik dan akan ditampung dalam satu titik untuk siap dievakuasi.

”Saat ini sedang dimatangkan kesiapan di dalam negeri dan memastikan pengelolaan logistik pemindahan WNI dari 7 titik di Provinsi Hubei ke tempat penjemputan, sebelum pesawat tiba di lokasi penjemputan (Bandara di Wuhan). Hal ini diperlukan agar tidak ada hambatan saat proses pemulangan diaktifkan,” imbuhnya.

Tim KBRI Beijing sudah berada di dekat wilayah terdampak untuk membantu fasilitas proses tersebut di lapangan. KBRI telah meminta para WNI di Hubei untuk menyiapkan dokumen perjalanan dan administratif lainnya. Kementerian Luar Negeri sejauh ini terus bekerja sama dengan berbagai instansi terkait di dalam negeri antara lain TNI, Kementerian Kesehatan, dan Imigrasi dalam proses evakuasi ini.

”Tugas utama Kementerian Luar Negeri RI adalah untuk memudahkan penjemputan dan membawa para WNI ke tanah air. Di dalam negeri, instansi terkait lain yang akan memfasilitasi sesuai tugas pokok dan fungsi mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyiapkan skenario karantina jika semua WNI sudah tiba di Indonesia. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menjelaskan opsi evakuasi sedang dipikirkan dan disiapkan pemerintah Indonesia.

”Lalu, nanti kalau dievakuasi akan dibawa ke mana. Nanti kalau di sana sudah di-locked-up, ya pulang piknik. Kalau belum, kami sudah siapkan skenario. Kalau di Tiongkok masih dalam tatanan karantina, tentu kami karantina. Kekarantinaan itu adalah melakukan pengamatan agar seseorang dipastikan sehat dalam kurun waktu tertentu,” jelas Anung.

Skenario pertama adalah menggeser WNI dari Hubei ke provinsi lain. Lalu ketika semua dipastikan clear atau sehat, barulah semua bisa pulang ke Indonesia. Tentu saat pulang sampai ke tanah air, semua akan dikarantina dan diperiksa kesehatannya sesuai prosedur.

Jika harus pulang dalam waktu tiba-tiba, saat tiba di tanah air akan masuk dalam kategori dibawah pemantauan (people under observation). Jika memang kebetulan pulang dalam kondisi batuk dan pilek, tentu akan dalam pemantauan dan isolasi. ”Akan dilakukan pengawasan intensif. Misalnya jika terkena batuk, pilek, gagal napas. Perlu perawatan yang lebih intensif, atau perlu ventilator. Tapi kalau semuanya clear, ya clear,” tandas Anung.(jpc)

Related Articles

Back to top button