CikarangPendidikan
Trending

Perbaikan Sekolah Rusak Terabaikan

SERIUS BELAJAR : Sejumlah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) Samudrajaya 04 tetap serius belajar di ruangan yang kondisi keramiknya sudah rusak parah. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengaku kesulitan untuk melakukan pembangunan maupun perbaikan fasilitas pendidikan dengan alasan keterbatasan anggaran.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi,  Beni. Dia mengakui, kondisi sarana dan prasana pendidikan, baik tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Bekasi, banyak yang tidak layak.

”Memang kondisi sekolah di Kabupaten Bekasi banyak yang memprihatinkan,” ucapnya.

Bahkan, kata Beni, selain kerusakan di SDN 04 Samudrajaya, masih banyak sekolah lain yang kondisinya lebih parah. Diantaranya, di wilayah Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu.

Namun saat ditanya berapa banyak sekolah di Kabupaten Bekasi yang mengalami kerusakan parah?, Beni belum dapat memberikan informasi secara lengkap. Dengan alasan masih dalam pendataan.

Ia menjelaskan, di tahun 2020 ini, melalui bidangnya digelontorkan Rp 250 miliar untuk 115 kegiatan. Khusus untuk sekolah sebesar Rp 180 miliar dengan sekitar 108 kegiatan.

”Ada enam lokasi Unit Sekolah Baru (USB), satu USB besar dengan pagu anggaran Rp 6 miliar diperuntukkan buat 12 kelas. Jadi, dengan keterbatasan anggaran ini, kami lakukan pembangunan secara bertahap,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menyampaikan, dia sudah melakukan upaya melalui kebijakan-nya untuk menggelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) khusus buat sarana pendidikan di atas 30 persen.

”Kami akan berupaya agar sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Bekasi lebih baik. Namun dengan keterbatasan anggaran, kami akan mengajak seluruh pihak untuk membangun sarana pendidikan di Kabupaten Bekasi, janjinya. (and)

Related Articles

Back to top button