Bekasi
Trending

Terdakwa Narkoba Lolos dari Hukuman Mati

SIDANG PUTUSAN: Tiga terpidana narkoba kepemilikan 200 kg sabu, 25 pil ekstasi dan 4.000 butir happy five menjalankan sidang putusan di Pengadilan Negeri Bekasi, Kamis (30/1) Ketiga terpidana Wandi, Agus dan Zulham dituntut hukuman 18 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 Miliar apabila tidak dibayar menjalankan penambahan hukuman selama 6 bulan penjara. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Tiga terdakwa kasus narkoba divonis lebih ringan dari tuntutan yang sebelumnya disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni hukuman mati. Pada akhir persidangan, JPU mengaku masih pikir-pikir untuk menerima atau mengajukan banding atas putusan tersebut.

Diketahui pada persidangan sebelumnya, JPU mendakwa ketiganya dengan dakwaan primer pasal 114 ayat dua juncto pasal 132 ayat satu Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Subsidair pasal 112 ayat dua juncto pasal 132 ayat satu Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Berdasarkan fakta-fakta yang terkuak dalam perjalanan persidangan serta bukti-bukti yang ada, majelis hakim memutuskan keduanya terbukti bersalah, melakukan sesuai dengan yang telah didakwakan oleh JPU. Namun, majelis hakim mengatakan tidak sependapat dengan tuntutan JPU untuk memvonis terdakwa hukuman mati.

”Tuntutan hukuman mati yang diajukan oleh penuntut umum, majelis tidak sependapat, karena terdakwa hanya sebagai kurir,” kata Ketua Majelis, Rahman Rajaguguk dalam persidangan, Kamis (30/1).

Ketiga terdakwa terbukti melakukan permufakatan jahat dengan tanpa hak melawan hukum Menerima, menjadi perantara, atau menukar narkotika golongan satu. Majelis hakim menilai ada beberapa hal yang menjadi alasan meringankan hukuman para terdakwa. Yakni, terdakwa belum pernah dihukum atau bukan residivis, terdakwa merupakan rangkaian dan bukan pelaku utama, terdakwa hanya sebagai orang yang bekerja terhadap pelaku utama.

Hingga akhirnya ketua majelis membacakan amar putusan, para terdakwa divonis 18 tahun penjara dengan total denda Rp1 miliar atau kurungan enam bulan penjara. ”Menjatuhkan pidana penjara selama 18 tahun dan denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan hukuman pidana 6 bulan penjara,” tegas ketua Majelis.

Terhadap hasil putusan majelis hakim, JPU mengatakan masih pikir-pikir. Sementara, para terdakwa setelah berkonsultasi dengan penasehat hukum menerima vonis yang tertuang dalam amar putusan tersebut.

Saat ditanya responnya mengenai vonis yang terlampau jauh perbandingannya, JPU mengatakan bahwa pihaknya menghargai apapun putusan pengadilan.

”Pertimbangannya adalah terdakwa hanyalah orang suruhan saja, jadi itu yang menjadi hal-hal yang meringankan. Keputusan ini akan dilaporkan ke pimpinan untuk mengambil sikap, waktu yang sudah di tentukan, biasanya 14 hari,” jelas JPU, Pramana sesaat setelah keluar ruang sidang.

Diketahui bahwa ketiga terdakwa diringkus di dua lokasi berbeda di Kota dan Kabupaten Bekasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pertengahan tahun lalu. Dari hasil penangkapan tersebut, diamankan 197 kg sabu. Ketiganya adalah Zulham (23), Agus alias Dabo (21), dan Wandi (38). (Sur)

Related Articles

Back to top button