Bekasi
Trending

Gus Sholah Tutup Usia

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Kabar duka datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid. Pria yang akrab disapa Gus Sholah ini meninggal dunia di RS Harapan Kita, Jakarta.

Kabar meninggalnya Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu disampaikan Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau yang biasa dipanggil Ipang Wahid melalui akun twitter-nya, @irfanwahid.

 

“Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20.55 WIB. Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu,” tulis Ipang Wahid, putra Gus Sholah.

Ipang Wahid menjelaskan, kesehatan Gus Sholah menurun sejak dua minggu lalu. Saat itu, Gus Sholah mengalami gangguan di organ jantung. “Ada keluhan ritme jantung yang tidak beraturan,” ujar dia.

 

Tim dokter yang merawat Gus Sholahmelakukan ablasi atau operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia dengan menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam ruang dalam jantung,”Dilakukanlah ablasi semacam kateter untuk mengisolir elektromagnetik liar,” ucapnya.

 

Pengasuh pondok pesantren tebu ireng ini  wafat pada usia 77 tahun. Ipang wahid meminta semua masyarakat mendoakan Gus Sholah. “Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu,” kata Ipang.

 

Ipang Wahid juga menyebut, bahwa Gus Solah rencananya akan dibawa ke Bandara Halim Perdana Kusuma pada Senin, 3 Februari 2020 sekitar pukul 09.00 WIB. Dengan pesawat Hercules, jenazah Gus Solah akan dibawa ke Jombang, Jawa Timur.

 

Rencananya, Gus Solah akan dimakamkan di kompleks pemakaman Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.Pemakaman Gus Solah akan dilakukan paling lama sekitar pukul 16.00 WIB besok.

Gus Solah sendiri akan dimakamkan di samping makam sang kakak, Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dikenal dengan nama Gus Dur.

 

Ketua PBNU Robikin Emhas berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. “Semoga seluruh salah-khilaf beliau diampuni oleh Allah SWT, ibadahnya diterima dan keluarga yg ditinggal tabah. Laha Al-Fatihah,” katanya.

Robikin mengatakan bahwa masyarakat kehilangan tokoh panutan yang memperjuangkan hak asasi manusia. Robikin berharap agar masyarakat dapat meneruskan perjuangan beliau.

“Kita kehilangan tokoh panutan. Tokoh yang gigih memperjuangkan martabat kemanusiaan dan hak asasi manusia. Tokoh yang memimpikan umat agar bersatu. Semoga kita dapat meneruskan perjuangan beliau,” jelas Robikin.

Diketahui, Gus Solah merupakan tokoh nasional yang beberapa kali menjabat posisi penting. Pernah juga menjadi cawapres mendampingi Wiranto pada Pilpres 2004. Namun harus kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Gus Solah juga merupakan adik kandung dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mereka merupakan anak dari pasangan Wahid Hasyim-Sholehah. Kakek keduanya merupakan Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Jabatan terakhir yang diemban Gus Solah yakni menjadi anggota Dewan Etik Mahkamah Konstitusi. Namun, pada 2018 lalu, dia mengundurkan diri karena sakit. Kini posisi tersebut diduduki Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii.(jpg)

Related Articles

Back to top button