BekasiCikarang
Trending

Pengusaha Minta TKA Asal Cina Dipulangkan

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Penyebaran virus korona yang dianggap masif membuat kekhawatiran masyarakat, tak terkecuali di Kabupaten Bekasi. Pasalnya, di wilayah dengan 23 kecamatan tersebut terdapat tenaga kerja asing (TKA) asal Cina di kawasan industri.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Limbah Industri Indonesia (Aspelindo) Budiyanto meminta pemerintah pusat dan daerah peka dan tegas dengan memulangkan para TKA Cina itu.”Kami meminta agar memulangkan pekerja Cina sementara waktu dulu selama virus korona belum dinyatakan aman di Cina. Kami ingin mengedepankan keamanan dan keselamatan warga Kabupaten Bekasi,” ucap anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi itu, Senin (3/2).

Ia mencontohkan salah satu kawasan industri di Bekasi mempekerjakan TKA Cina lebih dari 3.000 orang seperti di Kawasan Industri Terpadu Indonesia Cina (KITIC) dan Meikarta. Di situ, kata kader PKS ini, banyak pekerja dari Cina mulai dari pekerja kasar sampai manajer. Ia menduga banyak pekerja yang baru datang dari Cina dan bekerja di sana.

Ia melanjutkan secara geografis baik KITIC ataupun Meikarta sangat strategis karena berada di pusat ibu kota Kabupaten Bekasi. Tak mustahil, ucap Budiyanto, virus korona dapat menyebar dari sana apabila ada salah satu pekerja Cina yang terkena virus itu.

”Kami bukan rasis, karena virus korona ini sudah menjadi ancaman masyarakat dunia dan menjalar ke beberapa negara, sudah sepantasnya pemerintah pusat dan daerah Kabupaten Bekasi mengambil tindakan tegas memulangkan para pekerja Cina itu ke negara asalnya. Segera, sebelum menjadi bencana di Kabupaten Bekasi,” ucap dia.

Ia meminta pihak Imigrasi, Dinas Kesehatan, Polres Metro Bekasi, segera men-sweeping untuk memastikan dokumen para pekerja Cina. Apakah mereka baru datang atau sudah lama menetap.

”Karena menurut beberapa informasi, banyak pekerja yang baru datang dari Cina. Segera ambil langkah-langkah pencegahan yang efektif,” demikian Budiyanto

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Suhup menuturkan pihaknya sudah melakukan beberapa kunjungan kerja dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus korona. Kata dia, TKA asal Cina di Kabupaten Bekasi begitu banyak, namun untuk angka pasti dirinya belum dapat menginformasikan secara detail.

Kata Suhup, pihaknya mempertanyakan, seperti apa peusahaan dalam mengantisipasi upaya upaya tidak tersebar. ”Jadi para pegawai dibiasakan menggunakan masker, mencuci tangan serta lebih mengedepankan kebersihan dan kesehatan diri demi daya tahan tubuh supaya tidak terserang virus yang dinilai dapat mematikan itu,” ujarnya kepada Radar Bekasi, kemarin (3/2).

Suhup memaparkan, hari ini (kemarin, red), pihaknya bersama dengan dinkes mendatangi beberapa perusahaan. Diantaranya Wuilling, Proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), dan Lippo Cikarang.

”Jadi kami terlebih dahulu mendatangi TKA yang banyak mempekerjakan TKA Cina, dan sosialisasi ini akan terus kami sosialisasikan untuk menghindari adanya penyebaran virus berbahaya ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Sri Eni menuturkan menambahkan, pihaknya turun ke lapangan untuk memberikan sosialisasi agar masyarakat terhindar dari penyebaran virus asal Tiongkok itu ke Indonesia.

”Sesuai arahan dari kementrian kesehatan untuk antisipasi penyebaran kasus NcoV, kami sudah terjun langsung kelapangan, dan mempublikasikan melalui media sosial. Supaya masyarakat dapat menggunakan maskes untuk menghindari virus tersebut menular ke masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya,” ujarnya.(and/pjk)

Related Articles

Back to top button