CikarangPendidikan
Trending

Perbaikan Sekolah Gunakan Anggaran Tanggap Darurat

TONG SAMPAH: Sejumlah siswa/i belajar didalam ruang kelas yang kondisinya rusak dan dekat tong sampah di SDN 04 Samudrajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meski sempat viral jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi belum menganggarkan perbaikan gedung SDN 04 Samudrajaya, tapi Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, malah menyampaikan jika pembangunan bakal dilakukan mulai pekan ini.

”Untuk perbaikan SDN 04 Samudrajaya ini akan dipercepat, karena sudah menjadi prioritas. Dan kami telah menghitung anggaran-nya,” ujar Eka usai meninjau lokasi sekolah di Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Senin (3/2).

Dalam kesempatan tersebut, Eka sempat berbincang sekaligus memberikan semangat kepada para guru dan siswa. Dirinya meminta agar tetap memiliki semangat belajar, meskipun dalam keterbatasan sarana dan prasarana sekolah kurang memadai.

Eka menyampaikan, perbaikan gedung sekolah ini akan dilakukan secara bertahap, agar kegiatan belajar mengajar para siswa tidak terganggu.

”Tentunya perbaikan ini akan dilakukan secara bertahap, tidak mungkin dibongkar semua. Karena itu akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar siswa sekolah. Jadi para siswa tetap dapat belajar,” terang Eka.

Dia mengakui, SDN 04 Samuderajaya ini hanya satu dari sekian banyak sekolah yang kondisinya tidak layak di Kabupaten Bekasi. Untuk itu, dia menegaskan, Pemkab Bekasi bakal memprioritaskan perbaikan sekolah.

”Saya sudah instruksikan yang jadi prioritas itu perbaikan sekolah yang sudah rusak. Perbaiki dulu sampai bagus kembali, daripada membangun sekolah baru,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro membenarkan, perbaikan sementara akan dilakukan di empat ruang kelas.

”Untuk sementara empat ruang kelas dulu dengan menggunakan anggaran pemeliharaan. Ini dilakukan sementara, agar siswa tetap belajar,” ucap Benny.

Menurut Benny, perbaikan menggunakan anggaran tanggap darurat senilai Rp 200 juta. Selanjutnya, untuk rehab total sekolah akan diusulkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

”Perbaikan total baru akan dilakukan tahun depan. Tapi yang sekarang tetap dilakukan perbaikan menggunakan anggaran tanggap darurat,” pungkasnya. (and)

Related Articles

Back to top button