BekasiBerita UtamaHukumMetropolis

Bandar Narkoba Tewas Di-’dor’

UNGKAP KASUS: Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Wijonarko (kedua kiri) beserta jajaran menunjukan foto pelaku yang ditembak mati saat ungkap kasus penyalahgunaan narkotika di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (5/2). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bandar narkoba berinisial BJ terpaksa di tembak oleh petugas kepolisian saat berusaha melawan dan merebut senjata petugas. Pelaku ditembak saat pengembangan kasus narkoba di kawasan Jalan Cikunir, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu (5/2).

Kejadian berawal ketika polisi menangkap BJ di kawasan Jalan Kartini, Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Di lokasi, BJ didapati membawa sabu seberat 0,3 gram di dalam bungkus rokok.

Berawal dari penangkapan tersebut, polisi mengembangkan kasus menuju ke rumah kontrakan pelaku di Jalan Bambu Kuning, Kelurahan Sepanjangjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Disana, polisi menemukan 1,2 kg sabu dalam bungkus plastik besar dan sedang.

”Dari kos-kosan tersebut kita mendapatkan beberapa barang bukti, diantaranya dalam bungkus plastik besar berisi sabu 1.000 gram, kemudian plastik sedang berisi total 254 gram. Jadi secara keseluruhan jumlah nya 1.254 gram,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Wijonarko, Rabu (5/1).

Pelaku dinyatakan meninggal dunia akibat timah panas polisi sekira pukul 01.00 kemarin. Ketika berada di Jalan Cikunir, pelaku berusaha melawan dan merebut senjata petugas. Ketika itu polisi hendak mengembangkan dari mana pelaku mendapatkan barang haram tersebut.

Barang haram diketahui didapat dari DPO berinisial AG. Diakui, ia sudah beraksi menjual sabu sebanyak empat kali, total barang yang sudah berhasil dijual sebanyak 4 kg sabu. Sebelum dilumpuhkan oleh polisi, pelaku hendak mengedarkan 2 kg sabu.

”Ketika akan menunjukkan DPO inisial AG, pelaku melawan petugas dan berusaha merebut senjata api petugas, sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur mengenai badan dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit, dan pada hari Rabu 5 Februari 2020 pelaku meninggal dunia,” lanjut Wijanarko.

Pelaku menurutnya adalah bandar, jika ukur dari barang bukti yang ditemukan oleh polisi selama pengembangan. Polisi akan terus mendalami peredaran barang terlarang, termasuk mengembangkan kasus ini melalui keterangan dan bukti yang sempat diperoleh.

Dari penangkapan dan pengembangan pelaku, selain mengamankan barang bukti sabu, polisi juga mengamankan beberapa barang lain. Diantaranya, satu unit timbangan, lima unit telepon genggam yang hanya dipakai oleh pelaku satu kali untuk menghilangkan jejak. Setelahnya pelaku membeli telepon genggam baru, hanya untuk sekali pakai.

Barang bukti lain, korek api, alat hisap sabu, satu bungkus berisi plastik klip kecil untuk membungkus sabu, plastik besar bekas membungkus sabu, dan satu lakban.

Perbuatan ini terancam hukuman lima tahun penjara, paling lama 20 tahun atau hukuman mati akibat melanggar pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat dua, junto pasal 132 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (sur) 

Related Articles

Back to top button