BekasiBerita Utama
Trending

Insiden di Tahiland, WNI Dipastikan Aman

EVAKUASI – Pasukan keamanan Thailand mengevakuasi warga dalam mal Terminal 21 usai baku tembak dengan pelaku penembakan massal Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (9/2/). (ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/foc)

RADARBEKASI.ID, BEKSI – Polisi Thailand terpaksa menembak mati seorang oknum tentara negera setempat. Pasalnya tentara dari satuan Angaktan Darat Thailand tersebut melakukan penembakan brutal terhadap pengunjung di salah satu pusat perbelajaan, Korat, Provinsi Nakhon Ratchasima. Akibatnya 26 orang tewas dan 57 lainnya terluka.

Penangkapan terhadap pelaku tunggal itu berujung dengan penembakan. Dia terpaksa ditembak mati setelah polisi berusaha memburunya selama 12 jam.

Dilansir dari CNN, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha dan pejabat militer setempat mengumumkan, bahwa penembak brutal itu telah dilumpuhkan pada hari Minggu (9/2) pagi. Penyerang itu ‘ditembak mati’ sekitar pukul 9 waktu setempat.

Insiden itu bermula dari seseorang melakukan penembakan secara membabi buta di pusat perbelanjaan Korat Sabtu (8/2) malam. Tak ayal situasi di pusat perbelanjaan Korat jadi mencekam. Pengunjung di mal pun panik.

Dari rekaman CCTV dari tempat kejadian menunjukkan orang-orang meninggalkan daerah itu. Mereka dievakuasi dengan truk pikap dan mobil saat pasukan keamanan mengelilingi mal.

Pihak berwenang Thailand mengatakan identitas penembak itu diyakini berasal dari satuan Sub Angkatan Darat. “Motif pria bersenjata itu masih belum jelas,” kata pejabat militer setempat.

Sebelumnya, di hari yang sama, pria bersenjata itu bertengkar dengan atasannya. Kemudian pelaku menembak atasan dan membunuhnya. Pelaku memudian mengambil pistol atasannya dan melanjutkan untuk menembak rekan-rekannya. Tidak diketahui apakah ada personel militer lainnya yang terbunuh.

Pelaku kemudian mencuri banyak senjata, termasuk satu senapan mesin dan Humvee militer. Setelah meninggalkan pangkalan militer, penembak itu pergi ke pusat perbelanjaan dan menembak warga sipil di sepanjang jalan.

Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam kejadian itu. “Tidak ada WNI yang menjadi korban dalam kejadian itu,” kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada JawaPos.com (Radar Bekasi Group), Minggu (9/2).

Pihak KBRI Bangkok juga sudah mengeluarkan imbauan agar semua WNI hati-hati. Melalu media sosial, semua WNI diminta untuk waspada. “Melalui medsos KBRI agar WNI meningkatkan kehati-hatian,” tegasnya.(jpc)

Related Articles

Back to top button