Bekasi
Trending

Tempuh Jarak Sepuluh Kilometer

Perayaan Cap Go Meh

ATRAKSI: Sejumlah atraksi mengiringi perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi dengan arak-arakan menempuh jarak hingga sepuluh kilometer, Sabtu (8/2) akhir pekan kemarin. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Arak arakan peringatan Cap Go Meh di Kota Bekasi menyita perhatian masyarakat sekitar. Perjalanan yang ditempuh mulai dari klenteng Hok Lay Kiong menempuh rute sepanjang 10 kilometer.

Perjalanan dimulai dari halaman klenteng Hok Lay Kiong melintasi Kartini, Jalan Juanda, menuju jalan Perjuangan, Jalan Agus Salim, kembali ke Jalan Juanda dan berakhir di halaman klenteng. Dilihat, perjalanan arak-arakan ini membentuk angka delapan, angka yang dipercaya mengandung arti kebaikan. Perayaan Cap Go Meh ini menandai berakhirnya masa tahun baru Imlek lima belas hari yang lalu.

”Ini memang tradisi setiap tahun jadi ada reog, ada ondel-ondel, ada barongsai, ini cerminan dari bagsa Indonesia, terdiri dari beragam suku dan budaya. Sudah berakulturasi sejak dulu, jauh sebelum Republik ini berdiri, jadi tontonan seperti ini. Di tahun 60an sudah biasa (menjadi perhatian masyarakat),” jelas ketua Yayasan Pancaran Tridharma Bekasi, Ronny Hermawan, Sabtu (6/2).

Total ada 32 kelompok iring-iringan, warga yang hendak menyaksikan arak-arakan sudah berbaris sejak awal di sepanjang rute. Terkadang warga yang sudah menunggu iring-iringan melintas ikut membaur kedalam barisan.

Tahun ini, disebut oleh Ronny sebagai shio tikus logam, profesi yang mengandung unsur logam akan lebih berjaya tahun ini. Seperti penegak hukum dan advokat

Ia mengingatkan kepada pejabat publik untuk lebih berhati-hati dan bekerja sepenuh hati untuk rakyat. Logam sifatnya membunuh kayu, peluang logam untuk berjaya lebih besar.

”Logam itu membunuh kayu, seperti politisi, anggota DPR, pejabat, itu hati-hati tuh, kalau kena logam bisa patah. Makanya banyak politisi ditangkap KPK tahun logam ini, probabilitasnya lebih besar dia kena masalah,” lanjut Ronny.

Salah satu warga, Yanti (22) sengaja datang jauh-jauh dari wilayah Kabupaten Bekasi untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh di wilayah Bekasi Timur.

”Saya datang dengan keluarga, cuma ingin nonton barongsai saja,” kata warga Tambun tersebut. (sur)

Related Articles

Back to top button