BekasiBerita UtamaCikarangKesehatan
Trending

TKA China Membusuk di Apartemen Meikarta

CIKARANG SELATAN – Seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China, Yuan Haisheng(46) ditemukan meninggal dunia di lantai 11 Proyek Apartemen Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Diduga, korban terjatuh dari lantai 15.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Informasi yang dihimpun Radar Bekasi, pekerja kelahiran Hunan, China, 20 September 1974 ini memiliki izin kerja sebagai direksi. Namun di lapangan, dia bekerja sebagai buruh kasar. ”Informasinya sebagai direksi, tapi dia disini bekerja sebagai buruh kasar. Buktinya, diduga dia jatuh dari lantai 15, menggunakan pakaian pekerja kasar,” kata salah satu sumber Radar Bekasi yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Kepala Polres Metro Bekasi, Komisaris Besar Hendra Gunawan mengaku, tidak memiliki kapasitas untuk mengungkap dokumennya. Dia menegaskan hanya melakukan penyelidikan terkait tewasnya TKA Asal China tersebut. ”Kalau pekerja kasar atau tidak bukan tugas kami, melainkan hanya melakukan penyelidikan penyebab tewasnya seorang TKA,” tegasnya.

Berdasarkan olah tempat kejadian, diduga korban tewas lantaran terjatuh saat bekerja. ”Melihat olah TKP, dugaannya jatuh saat bekerja. Hasil TKP korban untuk sementara jatuh dari lantai 15 sebab dibawahnya ada jaring yang rusak karena korban yang terjatuh,” kata Hendra.

Dugaan itu, kata Hendra, didasarkan atas ditemukanya jaring pengaman yang berlubang di dekat penemuan korban. Kemudian di lokasi tersebut pun belum terpasang lift. ”Tim kami masih proses melakukan penyelidikan kenapa yang menyebabkan TKA asal Cina ini tewas, namun untuk masalah perizinannya bisa tanya yang membidangi,” jelasnya sembari menambahkan, korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mengetahui penyebab kematianya.

Dia juga memastikan, korban meninggal karena kecelakaan kerja, buan karena virus Corona. ”Dugaan sementara karena kecelakaan kerja,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Penempatan Ketenaga Kerjaan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Douglas Siregar menuturkan, pihaknya belum dapat memberikan informasi terkait jabatan kerja TKA asal China tersebut. ”Saya belum mengetahui pekerja kasar atau direksi. Masalah ini saya belum jawab ya, karena harus lihat dokumen,” jelasnya.

Douglas menjelaskan TKA asing tidak diperbolehkan sebagai tenaga kerja kasar. Namun untuk supervisi serta tim monitoring kontruksi, hal itu diperbolehkan. ”Intinya untuk hal ini kami lihat dulu ya dokumennya,” katanya.

Pria asal Provinsi Hunan, Cina, dengan nomor paspor EG6086278. Korban tercatat sebagai karyawan PT Karyatama Makmur Perkasa yang turut membangun proyek Meikarta dan tinggal di mess sekitar proyek.

”Kedatangan TKA tersebut (dari Cina) tercatat pada 10 Januari lalu. Namun saya belum tahu sampai kapan di Kabupaten Bekasi.  Saat ini kami sedang proses komunikasi dengan pihak kementrian,” imbuhnya.

Jasad Yuan pertama kali ditemukan Jumat (7/2) sekitar pukul 19.30. Jasad Yunan ditemukan tergeletak di lantai 11 blok B-1 tower 153. Ketika itu para pekerja yang sedang beraktivitas di lantai 17 mencium bau tak sedap. Saat diselidiki, bau tersebut berasal dari salah satu ruangan yang tertutup gipsum di lantar 11.

Jasad ditemukan masih mengenakan perlengkapan bekerja seperti rompi, sepatu, masker dan pakaian kerja berwarna abu-abu. Jasad tergeletak dengan posisi miring ke kanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi, korban diketahui menghilang sejak Selasa (4/2). Bahkan, hilangnya korban telah dilaporkan ke kepolisian sehari berikutnya.

Sementara itu Public Relations Meikarta, Andhika menuturkan, pegawai yang meninggal dunia bukan sebagai karyawan Meikarta. Melainkan pekerja kontruksi dari China Con.

”Kami dari PT. Mahkota Sentosa Utama turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa partner kontraktor China Con yang telah kehilangan karyawannya Mr. Yuan. China Con merupakan salah satu perusahaan kontraktor terbesar di China yang memiliki safety track record yang sangat baik,” jelasnya.

Pihak Meikarta akan terus memantau hasil otopsi dan mendukung penuh pihak kepolisian dalam menindaklanjuti kejadian. ”Insiden ini tidak akan merubah komitmen Meikarta atas kelangsungan pembangunan. Kami juga telah menginformasikan kepada partner kontraktor China Con bahwa kami siap membantu dan mendukung keluarga almarhum karyawan dari China Con,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Penindakan Keimigrasian Kelas II Bekasi, Yogi Aprilia mengaku akan melakukan pemeriksaan terkait dokumen keimigrasian serta penempatan. ”Kami baru dapat info hari Sabtu, jadi belum turun langaung. Namun pastinya hal ini akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dokumen,” katanya.(and)

 

Related Articles

Back to top button