Berita UtamaCikarangMetropolisPemerintahan
Trending

Kejari Telisik Dugaan Penyimpangan Dana Pembangunan SMPN 3

TERIMA DOKUMEN: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari (kanan) menerima dokumen laporan terkait bangunan SMPN 3 dari perwakilan di Kantor Kejari Bekasi, Senin (10/2). AND/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari mengaku prihatin ketika melihat kondisi bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Karang Bahagia yang saat ini sangat memprihatinkan.

”Kalau melihat kondisi sekolah dari video yang viral, saya merasa prihatin. Sebab kondisi sekolah itu belum lama dibangun, namun sudah banyak yang rusak,” ucap wanita yang akrab disapa Rara ini usai menerima laporan dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kampus Bekasi (Aksi) di Kantor Kejari Kabupaten Bekasi, Senin (10/2).

Namun, Rara belum bisa memastikan apakah proses pembangunan yang dilakukan pada tahun 2018 dan selesai di tahun 2019, ada potensi yang berkaitan dengan penyalahgunaan keuangan negara.

”Kami mengapresiasi ada laporan dari adek-adek mahasiswa. Berarti dalam hal ini ada bentuk kepedulian dari masyarakat terhadap dunia pendidikan dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi,” puji Rara.

Adapun langkah awal yang akan dilakukan pihaknya, yakni pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang dibarengi dengan melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait. Baik terlapor maupun pelapor.

”Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pulbaket dan pemanggilan pihak-pihak terkait dilakukan selama 30 hari. Setelah itu, kami akan mengetahui langkah selanjutnya, apakah ada potensi penyalahgunaan keuangan negara atau seperti apa? Tentunya semuanya ini ada tahap-tahapannya,” beber Rara.

Sementara itu, salah satu anggota Aksi, Fahri menuturkan, pihaknya memberi waktu kepada pihak Kejari untuk menindaklanjuti laporan-nya selama 7×24 jam.

”Bangunan SMPN 3 ini terdiri tiga lantai, dan kondisinya sangat parah. Jadi, kami harap pihak Kejari bisa kerja cepat,” imbuh Fahri.

Adapun dokumen yang diserahkan kepada Kajari, yakni jumlah anggaran yang mencapai Rp 13 miliar, dan beberapa item bangunan yang sudah rusak, termasuk plafon ruang kelas, keramik mulai mengelupas, lapangan sekolah, kondisi toilet yang tidak sesuai, serta kusen pintu sudah rapuh.

”Intinya, beberapa bukti yang menurut kami ada dugaan pihak yang mengambil keuntungan untuk pribadi tanpa memikirkan fasilitas pendidikan. Hal ini bisa menjadi pertimbangan Kajari untuk bekerja cepat dan cerdas,” pinta Fahri.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, mengaku jika pihaknya sudah melakukan perbaikan bangunan yang sudah rusak.

”Kami apresiasi kritikan yang dilakukan teman-teman mahasiswa untuk perbaikan sekolah dan infrastruktur di Kabupaten Bekasi,” ucap Iman, kemarin.

Ia menjelaskan, pembangunan sekolah tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Darah (APBD) tahun 2018, yang terdiri dari 22 ruang kelas baru, perpusatakaan dan Mushala serta kamar mandi/toilet, ruang kepala sekolah dan sekretariat.

”Dari Pagu Anggaran kami kurang lebih Rp15 miliar, dan buat pemenang lelang kurang lebih Rp13 miliar. Untuk pembangunan tersebut sudah diperiksa Badan Pengawas Keuangan (BPK) tahun 2019, ada temuan sebesar Rp 232.098.800,- dan uangnya sudah dikembalikan,” terang Iman.

Adapun perbaikan SMPN 3 yang memiliki luas tanah 3.289 meter ini, diantaranya, plafon depan, keramik dinding depan, lantai keramik beberapa kelas, plafon beberapa kelas, paralon pembuangan, serta pintu.

”Kami akan bersikap kooperatif, dan hal ini merupakan sebagai kritikan untuk membangun,” tandas Iman. (and) 

 

Related Articles

Back to top button