Metropolis
Trending

Perjuangkan Hak K3

SAMBUTAN: Anggota DPR RI Komisi IX, Obon Tabroni yang juga Deputi Presiden FSPMI ketika memberikan sambutan di Seminar K3 di Pendopo Wali Kota Bekasi, Senin (10/2). AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hak mendapatkan fasilitas kesehatan, keselamatan kerja (K3) belum sepenuhnya diterima pekerja. Selain upah, hal itu dinilai menjadi poin penting.

Hal itu ditegaskan anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni yang juga sebagai Deputi Presiden FSPMI ketika memberikan sambutan pada Seminar K3, di Pendopo Wali Kota Bekasi, Jalan A Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (10/2).

”Tujuh pekerja meninggal dunia setiap hari. Lantas dengan kondisi data-data, dengan kondisi fakta-fakta yang ada apakah kita teman serikat buruh masih harus diam menghadapi persoalan ini. Apa yang harus kita lakukan, kita harus sinergi,” ucapnya.

Obon mengaku terpilihnya ia sebagai anggota DPR RI, bersama rekannya di Komisi IX, bagaimana persoalan K3 menjadi pembahasan dan hal yang penting. ”Dan alhamdulilah juga program lagislasi nasional untuk lima tahun akan melakukan revisi UU 1970 (UU RI Nomor 1 Tahun 1970) masuk dalam pembahasan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja produk 50 tahun silam yang hingga saat ini belum direvisi. Dia mengambil contoh, prusahaan yang tidak menjalankan K3 dalam aturan tersebut sanksi kurungan 3 bulan atau denda Rp100 ribu.

”Bagi pengusaha, kalau saya jadi pengusaha saya akan pilih denda Rp100 ribu. Saya akan abaikan norma-norma K3. Saya tidak akan berikan segala fasilitas yang berkaitan dengan K3. Karena dendanya hanya Rp100 ribu, itu fakta sehingga revisi UU ini penting bagi saya di revisi,” terangnya.

Selain itu, berkaitan dengan revisi UU tersebut pihaknya ingin ada masukan dari rekan buruh.

”Kita semua di DPR RI Komisi IX, saya sedang fokus Omnibuslaw paling lama satu tahun selesai. Saya harap dengan disahkannya revisi UU 1970 pekerja lebih baik lagi,” ungkapnya. (pay)

 

Related Articles

Back to top button