BekasiBerita Utama
Trending

Beda Data soal TKA

Pekerja Asing Diduga Labrak Aturan

TENAGA KERJA CINA: Tiga pekerja asal Cina menunggu jemputan kerja di area proyek pembangunan distrik 2 Meikarta Desa Cibatu Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Selasa (11/2). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang berada di proyek pembangunan Apartemen Meikarta dinilai berbeda dengan data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto meragukan pernyataan pihak PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) selaku Developer Meikarta terkait jumlah TKA asal China.

”Saat kami tanyakan dinas tenaga kerja ada 51 TKA, namun pernyataan PT MSU ada 86 pekerja China Construction, dan PT MSU sebanyak tujuh. Tentu ini menjadi pertanyaan karena tidak sinkron pendataannya,” jelasnya.

Kebenaran data kata dia, sejatinya bisa memastikan jumlah TKA yang menempuh aturan yang sesuai sebagai pekerja di proyek tersebut.

”Saya minta pastikan pekerja-pekerja di Meikarta itu pekerja legal, yang secara aturan main di Indonesia atau Internasional sesuai undang-undang,” jelasnya, saat melakukan kunjungan kerja di distrik satu Meikarta, Cikarang Selatan, Selasa (11/2).

Budiyanto meminta pihak perusahaan dapat mengumpulkan secara terbuka dan menghadirkan seluruh TKA asal China, dan dilengkapi dengan dokumen perizinan untuk pemeriksaan kesehatan. Hal itu untuk mencegahnya penyebaran virus Corona.

”Ini demi keselamatan masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Bekasi. Kalau sekarang kondisi mereka menghindar untuk diperiksa seperti menyembunyikan masalah besar keselamatan. Tujuan periksa untuk kesehatan saja, mencegah penyebaran virus Corona,” jelasnya.

Diakuinya, perlunya adanya kelengkapan dokumen serta pemeriksaan kesehatan, sekaligus untuk membuktikan para TKA yang ada, legal. Sebab di wilayah Kabupaten Bekasi diakuinya banyak tenaga kerja asing.

Terpisah, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Douglas Siregar menuturkan jumlah tenaga kerja asing asal China yang terdata dari PT MSU sebanyak 260 orang. Sedangkan untuk pekerja pada China Construction sebanyak 51 orang.

”Kalau data di kami untuk PT MSU sebanyak 260 orang, sedangkan China Construction sebanyak 51 orang,” jelasnya saat dihubungi.

Jumlah tersebut berbeda lagi ketika sesi jumpa pers yang dilakukan pihak Meikarta. Pihaknya menyebut, PT MSU hanya mempekerjakan tujuh TKA dan 86 orang dari China Construction.

”Data kami dari PT MSU hanya mempekerjakan tujuh TKA, sedangkan di China Construction sebanyak 86 TKA asal China,” kata Direktur Communication Meikarta, Danang saat menggelar konfrensi pers di Distrik Satu, Cikarang Selatan, kemarin.

Ditanya terkait visa kunjungan bukan sebagai pekerja yang digunakan salah satu TKA asal Cina, Yuan Haisheng (46) yang diketahui tewas di lantai 11 Proyek Apartemen Meikarta, pihaknya menegaskan bahwa visa yang digunakna adalah visa bisnis.

”Yang kami gunakan visa bisnis, sebab para TKA hanya sebentar saja bekerja di proyek pembangunan. Kemungkinan hanya tiga minggu sampai satu bulan. dan mereka juga hanya meeting-meeting,” klaimnya.

Pantauan Radar Bekasi, saat meninjau mess para TKA asal China, ditemui para pekerja asing menggunakan wear pack kumuh seperti pekerja kasar di sebuah bangunan. Bahkan saat ditanya, TKA tersebut hanya diam lantaran tidak mengerti bahasa Indonesia.

”Mereka memang kerja diproyek bang, dan tidak mengerti bahasa kita (Indonesia),” kata salah satu pengemudi bagian antar jemput antara mess dan lokasi proyek tempat TKA bekerja.

Saat ditanya apakah sejumlah TKA itu sebagai pekerja kasar pengemudi tersebut membenarkan. ”Kan memang kerjanya di proyek A6 Meikarta jadi wajar kotor pakaiannya,” ujar ketika ditemui di depan mess TKA Meikarta. (and)

Related Articles

Back to top button