Koki

Lu Cinta Lu Malu

Oleh: Zaenal Aripin

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Akhirnya terungkap. Sebenarnya sudah lama diketahui. Tapi hanya bisik-bisik. Meskipun sudah pernah berisik di media sosial. Soal ini: jenis kelamin.

Jenis kelamin itu penting. Kepastian kelamin menentukan kepastian lainnya. Termasuk soal ini. Dimana sel tahanan yang bersangkutan ditempatkan. Sel lelaki atau perempuan. Saat tersangkut hukum.

Kalau tidak penting. Polisi pasti tidak “bingung”. Nama populernya Lucinta Luna alias Ayluna Putri. Begitulah nama di KTP. Nama di paspor. Muhammad Fatih.

Tidak kalah hebohnya. Orang yang disebut sebagai pasangan Lucinta Luna. Abash. Nama aslinya Diah Ayu Ashari. Yang lelaki jadi perempuan. Yang perempuan jadi lelaki. “Pasangan klop”.

Memang, polisi akhirnya menempatkan Lucinta Luna di sel perempuan. Alasannya faktor keamanan.

Gonta ganti kelamin tampaknya jadi hal lumrah. Dari alasan psikis, sosial sampai alasan bisnis/ekonomi. Tidak ada lagi rasa malu. Hilang.

Bahkan dieksploitasi. “Media” membesar-besarkannya. Medsos menyiarkannya vulgar. Padahal, kelamin sejatinya penanda kemaluan.

Hilangnya rasa malu itu melebihi skandal Jiwasraya, Harun Masiku atau Century. (*)

Close