BekasiMetropolis
Trending

Dinkes Sebut Rp1,8 M Bukan Cuma untuk DBD

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi membantah pernyataan Komisi IV DPRD Kota Bekasi terkait dengan anggaran pencegahan dan penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) sebesar Rp1,8 miliar.

Sekretaris Dinkes Kota Bekasi, Brahma Sumpono mengatakan, anggaran tersebut diperuntukan kegiatan penyakit malaria, filariasis dan kecacingan.

Namun, memang anggaran tersebut belum dicairkan, Karena, menurutnya, Rencana Keja dan Anggaran (RKA) 2020 sedang dalam proses pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan belum ada instruksi untuk pencairannya.

Akan tetapi, untuk langkah strategis, Bram mengaku, melakukan pencegahan DBD dengan menjalankan instruksi wali kota dalam pembentukan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) di setiap kelurahan. Supaya, jentik nyamuk dapat segera ditangani sehingga tidak menjadi nyamuk dewasa.

Dia memaparkan, pihaknya juga melakukan pengendalian DBD dengan cara mewajibkan rumah sakit yang menanagani pasien DBD melaporkan Kartu Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) DBD sesuai ketentuan yang sudah dikeluarkan Dinkes. Agar KDRS bisa diteruskan ke Puskesmas untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi di rumah pasien dan lingkungannya.

Jika ada, maka akan dilakukan fogging. ”Hal itu kita lakukan agar penyebaran DBD tidak meluas,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, DPRD menyebut Pemkot Bekasi mengalokasikan anggaran pencegahan dan penanggulangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) mencapai sebesar Rp1,8 Miliar.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi mengharapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi lebih proaktif dalam melakukan pencegagan dan penanggulangan dengan adanya anggaran tersebut.

Apalagi, kata dia, curah hujan saat ini relatif tinggi, genangan air terjadi di beberapa tempat sehingga banyak nyamuk yang berkembang biak dengan cepat. Selain juga, juga karena sudah ada dua orang yang menderita penyakit DBD di lingkungan Kecamatan Bantargebang.

”Ya seharusnya Dinkes sudah mulai penyerapan tahun ini dengan anggaran yang sudah disahkan 1,8 miliar untuk DBD, karena sudah terjadi kasus tersebut,” katanya, saat berada di Ruang Komisi IV Gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairul Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (11/2).(pay)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close