Bekasi
Trending

Disnaker Persoalkan Izin TKA

Proyek Apartemen Meikarta

POLEMIK PEKERJA ASING: Pekerja berjalan melintasi kantor China State Constructions di Desa Cibatu Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Rabu (12/2). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Suhup meminta pihak pengelola pembangunan 58 tower Meikarta terbuka terkait data Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Sebab pihaknya ingin memastikan seluruh TKA tidak terjangkit virus Corona.

”Ini menjadi ’PR’ terkait data yang masih simpang siur, sebab data yang ada di kami terdata 260. Namun ketika dilapangan datanya berbeda, dan tujuan pemda hanya memastikan TKA asal China tidak kena virus Corona. Sehingga tidak membahayakan masyarakat Kabupaten Bekasi,” kata Suhup, ditemui ketika menghadiri peresmian Jembatan Pebayuran Rengasdengklok, kemarin (12/2).

Bahkan, Suhup meyakini apabila TKA yang berada di Meikarta jumlahnya melebihi data yang ada di Disnaker. Pasalnya, total TKA yang sudah dilakukan pengecekan kesehatan sudah melebihi 100 orang.

Tentu angka tersebut sangat berbeda ketika jumlah yang disampaikan Direktur Communications Meikarta, Danang. Dimana dirinya mengatakan, jumlah TKA PT MSU, tujuh orang, sedangkan China Constructions sebanyak 86 orang.

”Kami saat ini concern di kesehatan terlebih dahulu, setelah itu akan kami lakukan lagi pendataan terkait TKA yang ada di Meikarta,” jelasnya.

Saat ditanyakan TKA asal China yang bekerja di Meikarta lebih banyak dari pendataannya, Suhup mempersoalkan pihak perusahaan yang terkesan menutupi. “Sampai saat ini Meikarta belum dapat memberikan berapa jumlah TKA yang ada beserta dokumen perizinannya,” jelasnya.

Sementara itu Public Relation Meikarta, Andhika mempertanyakan, data 260 TKA yang ada di PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), selaku developer apartemen Meikarta.

”Disnaker boleh ditanyakan 260 data apa? tahun berapa, kan bisa ditanya,” ujar Andhika yang balik mempertanyakan data Disnaker.

Dia justru menilai berita-berita tersebut adalah hoaks. Pihaknya menjelaskan PT MSU hanya memiliki tujuh tenaga kerja asing, 2,3 persen dari total 300an pekerja WNI.

Sambung dia, dalam pembangunan apartemen, MSU menggunakan jasa kontraktor China State Construction Engineering. Kontraktor ini memiliki 86 pekerja Warga Negara Asing, 1,7 persen dari total 5.000 pekerja WNI di perusahaan kontraktor tersebut

”Status 86 pekerja WNA ini adalah level supervisor dan atau tenaga spesialis, serta memiliki izin resmi sesuai dengan Undang-Undang. Mereka mengawasi pembangunan 58 tower yang sedang dikerjakan. Jadi sekitar 1 atau 2 supervisor/ tenaga spesialis untuk setiap towernya,” jelasnya.

Sementara itu, PT MSU menegaskan pekerja yang meninggal adalah karyawan perusahaan kontraktor, dan sudah dievaluasi pihak berwajib. Bahwa kematiannya disebabkan oleh kecelakaan kerja, dan sama sekali tidak terkait dengan virus Corona.(and)

Related Articles

Back to top button