BekasiBerita UtamaMetropolis
Trending

Dua Siswa Dipukul Gegara Santai saat Telat

Guru Langsung Dinonaktifkan

 

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dua orang siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Kota Bekasi, A dan R dipukul gurunya berinisial I pada Selasa (11/2). Hal itu diduga disebabkan karena mereka berdua berjalan santai meskipun sudah telat masuk ke sekolah.

Guru Bimbingan Konseling, Tri Wahyuni mengatakan, terdapat sebanyak 170 siswa yang terlambat pada peristiwa itu. Sebanyak 72 diantaranya merupakan laki-laki.

Siswa A yang diketahui sebagai siswa bermasalah di sekolah itu datang bersama dengan rekannya, R. Mereka berdua diduga berjalan santai meski telah terlambat masuk sekolah.

Tri menduga hal ini menjadi pemicu tindakan yang diambil I hingga memukul kedua siswa tersebut.

”Mungkin beliau (I) melihat anak-anak ada yang santai padahal sudah tahu terlambat. Ada yang masih bergurau dan lain-lain, padahal sudah terlambat,” kata Tri saat ditemui di sekolahnya, Rabu (12/2).

Peristiwa itu direkam salah satu siswa di sekolah dan diunggah mantan siswa dengan akun Facebook berinisial DP. Setelah beberapa waktu, video itu langsung viral. Lalu, I dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah Bidang Kesiswaan.

Menurut Tri, pihak sekolah tidak ada keinginan untuk melakukan tindakan di luar batas kepada siswa yang melakukan kesalahan. Namun, hanya ingin mendidik siswa agar bersikap lebih baik.

”Intinya teman-teman kita itu ingin mendisiplinkan anak-anak, cuma caranya aja yang kurang tepat,”  kata guru yang juga ikut menangani ratusan siswa terlambat ini.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 12 Kota Bekasi, Irna Tiqoh menjelaskan, jam masuk di sekolahnya yakni pukul 06.45. Pihaknya memberikan toleransi 15 menit.

Bagi yang terlambat, tidak diperkenankan masuk ke dalam sekolah hingga jam pelajaran pertama selesai. Aturan tersebut berlaku untuk semua guru dan siswa.

Terkait dengan peristiwa pemukulan ini, dia menyampaikan, bahwa I sudah dibebastugaskan. Pihak sekolah tidak membenarkan tindakan yang diambil I.

”Untuk masalah sanksi kita akan menunggu SK (surat keputusan kepala sekolah), tapi beliau (I) sudah dinonaktifkan sebagai kesiswaan, kan dia tugasnya sebagai wakil kesiswaan. Kalau selebihnya kita tidak bisa menyampaikan, karena kita juga belum tahu,” terangnya.

Dia menambahkan, guru I dikenal sebagai guru yang disiplin dan pandai dalam menyalurkan ilmunya kepada siswa. Hanya saja, sosoknya cukup tempramen.

Pria yang dikenal sebagai penulis dalam bidang ilmunya, yakni geografi dan sosiologi ini, telah meminta maaf kepada ratusan siswa yang terlambat setelah kejadian tersebut. Hal itu disampaikan I saat semua siswa masih berada di lapangan.

Di waktu yang sama, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan, pihaknya akan menyiapkan berita acara dan sanksi jika ada perbuatan yang kurang baik oleh guru I.

”Kalau kita lebih kepada effort (upaya) memberikan motivasi untuk hal-hal sepeti ini tidak dilakukan lagi. Oke (kondisi siswa) sudah sekolah, tidak ada masalah. Karena kebetulan yang bersangkutan sebagai wakil kepala sekolah, sementara dibebastugaskan,” katanya usai datang ke sekolah tersebut.

Menurut dia, sistem pemberian sanksi harus lebih diarahkan ke sisi yang lebih mendidik. Di antaranya dengan memberikan tugas seperti pekerjaan rumah tambahan. Selain itu, juga dapat memberlakukan sistem skorsing atau nilai.

Sehingga ketika siswa tidak bisa mencapai nilai yang telah ditentukan, tidak dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk hukuman fisik, Tri menyebut hal itu perlu sangat dihindari.(sur)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close