BekasiBerita UtamaMetropolis
Trending

Macet Sekitar Perlintasan KA Butuh Solusi

TANPA PALANG PINTU: Sejumlah pengendara melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Rabu (12/2). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Sejumlah jalan di sekitar perlintasan kereta api di Kota Bekasi kerap mengalami kemacetan pada jam sibuk dan akhir pekan. Jalan tersebut yakni Jalan Perjuangan, Jalan Agus Salim, Jalan Prof Moch Yamin, Jalan Ampera dan Jalan Pahlawan.

Berdasarkan pantauan Radar Bekasi, kemacetan terparah saat jam sibuk terjadi di Jalan Perjuangan. Terlihat, terdapat sejumlah angkutan umum yang berhenti di bahu jalan serta banyaknya pengemudi ojek daring atau ojek online (Ojol) yang mangkal di lokasi tersebut.

Untuk di Jalan Agus Salim juga terjadi hal serupa. Selain karena banyaknya angkutan umum yang berada di bahu jalan, kemacetan di lokasi tersebut juga disebabkan karena sempitnya jalan sehingga kendaraan menumpuk.

Selanjutnya, di perlintasan KA Jalan Prof Moch Yamin tidak macet. Hanya saja terdapat sejumlah pedagang kaki lima yang menggelar degangan di jalan sehingga pengendara tersendat di jalan tersebut. Perlintasan di wilayah Ampera terjadi penumpukan kendaraan jika ada KA yang melintas.

Pantauan di Jalan Pahlawan, perlintasan KA Bulakkapal juga terjadi kemacetan karena tingginya volume kendaraan. Sehingga kendaraan yang melintas harus antre.

Salah satu warga Bekasi Utara, Amin (34) mengaku kerap terjebak saat macet saat melintasi Jalan Perjuangan pada pagi dan sore ketika hendak berangkat kerja.

”Ya kemacetan terjadi karena kereta api yang melintas dan mobil anggutan umum serta ojol yang berhenti mencari penumpang atau menurunkan penumpang. Sehingga pengguna jalan lain terpaksa berhenti menunggunya dan menyebabkan antrian kendaraan,” katanya. kepada Radar Bekasi, Selasa (11/2).

Kalau pagi, menurutnya, kepadatan tidak begitu parah, karena terdapat petugas lalu lintas dari kepolisan maupun Dinas Perhubungan melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi. Akan tetapi saat sore hari banyak kendaraan yang berhenti meskipun terdapat sejumlah petugas.

”Ya saya harap petugas tidak hanya pagi hari saja sore hari juga harus ada, biar bisa menguari kemacetan dan menindak angutan umum dan ojol yang berhenti di sembarang tempat. Agar tidak ada lagi kemacetan di lokasi tersebut,” pintanya.

Salah seorang pengemudi ojek daring, Ali (35) menyatakan, dia berada di Jalan Perjuangan karena tidak ada titik tunggu yang lebih dekat dari Stasiun Bekasi selain lokasi tersebut. ”Kalau kita menunggu jauh dari stasiun. Biasanya penumpang membatalkan pesanannya karena lama kita menjemput mereka,” ucapnya.

Setiap ada petugas, dirinya pun mengikuti arahan mereka untuk tidak menunggu di lokasi. Jika tidak ada, kata dia, maka akan kembali menunggu di Jalan Perjuangan.

”Mau gimana lagi bang, memang titik yang terdekat di Jalan Perjuangan ini, sekarang kan tempat kita menunggu sudah tidak ada. Kita sih maunya ada tempat layak untuk kita menunggu penumpang atau menurunkan penumpang,” harapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Oprasional pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Teguh Indrianto mentakan, untuk perlintasan sebidang KA di Jalan Pahlawan akan dilakukan pembangunan lanjutan Jalan Layang (Flyover) Bulakkapal.

Sementara, pihaknya berencana untuk menutup perlintasan KA di Jalan Ampera dan Jalan Prof Moch Yamin. Nantinya, pengguna jalan yang melintas di Jalan Prof Moch Yamin dan Jalan Ampera akan dialihkan ke Underpass Duren Jaya.

Untuk perlintasan KA di Jalan Agus Salim, kata dia, sudah dibuatkan Detail Engineering Design jalan layang. ”Ini kemarin sedang dicoba lagi ke kawan-kawan PT KAI, perlintasan ditutup tetapi kompensasinya membangun overpass (jalan layang),” tuturnya.

Selanjutnya, masih Teguh, perlintasan KA di Stasiun Bekasi Jalan Perjuangan juga sama. Kemungkinan kedepannya akan dibangun jalan layang.

”Ya dengan catatan jika flyover dan overpass sudah terbangun. Tetapi jika belum terbangun jangan dulu untuk ditutup, karena akan memutus akses selatan dan utara,” terangnya.

Terpisah Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim mengatakan, piahknya mendukung rencana pembangunan jalan layang tersebut.

”Tetapi itu lah jangka panjang, jangka pendek memang kajadian tersebut sangat ekstrim buat kita pengguna jalan kan,” katanya.

Untuk jangka pendek, dia berharap peranan petugas pengatur lalu lintas dari dapat mengatasi kemacetan dan meminimalisir terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api. Selain itu, dia juga meminta agar dilakukan pengaturan angkot supaya tidak menggangu pengendara lainnya.

Dia mengimbau agar seluruh pengendara ikut menanamkan kesadaran berlalu lintas dengan baik. Petugas kepolisian diminta untuk mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran lalu lintas.

”Tapi sebelumnya diarahkan dulu supaya mereka mau diatur, jika mereka membandel ya ketegasan harus dibuktikan dan dijalankan,” ujarnya. (pay)

Tags
Close