BekasiBerita UtamaMetropolis

Samakan Definisi Kantong Plastik Ramah Lingkungan

SAMAKAN DEFINISI: Seorang pengunjung membawa kantong plastik di pusat perbelanjaan di wilayah Bekasi Selatan, belum lama ini. KPPL-I meminta Pemerintah Kota Bekasi untuk menyamakan definisi tentang kantong plastik ramah lingkungan sebelum merelaisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik mulai 1 Maret 2020.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia (KPPL-I) meminta Pemerintah Kota Bekasi untuk menyamakan definisi tentang kantong plastik ramah lingkungan. Hal itu guna mensukseskan realisasi pengurangan penggunaan kantong plastik.

Dasar aturan pengurangan penggunaan kantong plastik tertuang dalam Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 37 Tahun 2019. Aturan yang terbit pada 25 Maret 2019 itu akan direalisasikan pada 1 Maret 2020 dengan tujuan mengurangi sampah plastik.

Ketua Umum KPPL-I Puput TD Putra menyebut, belum ada kesamaan definisi mengenai kantong plastik. Peraturan Wali Kota Bekasi yang menjadi dasar kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik ini mirip dengan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Definisi kantong plastik ramah lingkungan dalam kedua peraturan pimpinan daerah tersebut dinilai hanya sekadar reusable atau bisa digunakan berulang-ulang. Sementara UU Nomor 18 Tahun 2008 memberikan definisi reduce, reuse, recycle, return to earth.

”Pada hal reusable itu perilaku, dan menyelesaikan masalah sampah plastik tidak bisa dengan solusi tunggal,” kata Puput, Jumat (14/2).

Baik Pergub maupun Perwal, kata dia, lebih baik mengacu pada peraturan diatasnya. Yakni Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Dalam Perwal Kota Bekasi, definisi Kantong plastik ramah lingkungan adalah kantong plastik yang terbuat dari bahan alami dan bersifat reusable dan telah mencantumkan eco label (label lingungan) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pencantuman Logo Ekolabel.

Konsep mengganti kantong plastik menggunakan kantong belanja yang dapat digunakan berulang kali ini awalnya diberikan oleh Tim Wali Kota Untuk Percepatan Pembangunan (TWUP4). Total sudah 3.500 kantong belanja dibagikan kepada masyarakat sebelum 1 Maret mendatang.

Kepala Bidang Kehidupan Perkotaan TWUP4 Benny Tunggul membantah ada perbedaan definisi mengenai kantong plastik ramah lingkungan. Justru, ia mengklaim apa yang dilakukan oleh Pemkot Bekasi berupaya untuk mengurangi aliran sampah menuju ke TPA.

”Kalau KPPL-I itu melihat bahwa pengurangan sampah kantong plastik dengan mengganti yang ramah lingkungan, artinya yang bisa daur ulang. Itu berbeda dengan kita melarang mall atau tempat belanja membagikan plastik apapun bahannya. Jadi kita tidak tergantung lagi pada kantong-kantong sekali pakai, kita meminimalisir sampah di TPA Sumur Batu yang berbahan plastik,” terangnya.

Ribuan kantong belanja yang telah dibagikan juga disebut terbuat dari bahan ramah lingkungan, seperti kain. Pengurangan penggunaan kantong plastik ini rencananya akan ditingkatkan menjadi pelarangan penggunaan sampah plastik.

Perwal akan diubah setelah pengurangan penggunaan kantong plastik sudah berjalan Maret mendatang. Jika sudah dalam bentuk larangan, maka ada sanksi yang bisa dikenakan kepada pasar maupun tempat perbelanjaan yang membandel. (sur)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button