BekasiBerita Utama

TKA China Diisolasi di Cikarang

Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Cikarang, terpaksa harus menjalani isolasi selama 14 hari. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang tengah mewabah di China.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sry Enni mengatakan, ke 91 TKA yang diketahui baru datang dari China tersebut menjalani Incubasi di tempat perusahaan mereka bekerja. Mereka di karantina sejak 4 Februari hingga 1 Februari mendatang.

”Kami sudah datengi tiga perusahaan, memang ada beberapa TKA asal China yang baru dateng posisinya mereka ada proktap juga, meminimalis kontak dengan orang banyak, tapi tetap masuk kerja, hanya meminimalis saja. Jadi semuanya dalam kondisi normal. Kita juga ketemu sama orang-orang itu disana,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, Jumat (14/2).

Enni memastikan, tenaga kerja asing tersebut bukan dari Wuhan, namun dari Sanghai dan Beijing. Menurutnya, mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta ada yang tanggal 2 Januari, 27 Januari, ada yang tanggal 4 Februari. Tapi tidak semua datang tanggal 4 hanya dua sampai tiga orang.

”Jadi mereka ini dateng terakhir tanggal 4 Februari. Tapi tidak semua hanya ada beberapa orang dua sampai tiga orang, yang lainnya sudah lewat incubasinya. Jadi sudah bebas kemana-kemana juga, orang udah sehat semua,” tuturnya.

Meskipun kondisi mereka semua sehat, namun katanya antisipasi wajib dilakukan dengan mengisolasi mereka, agar tidak kontak fisik dengan orang banyak. ”Hanya mewaspadai saja, untuk meminimalis kontak kemana-mana jadi di isolasi. Bukan di Karatina. Mereka berada di mes tempat kerjanya. Posisinya harus mengurangi kontak dengan orang banyak, seminimalis mungkin. Sebenarnya mereka sehat tapi kan harus tetap berjaga-jaga,” jelasnya.

Dia meminta semua pihak harus waspada, karena kondisi seperti sekarang virus tersebut bisa masuk kemana saja. ”Prinsipnya semuaber hati-hati karena posisinya bisa masuk mana saja, jadi kita jaga sehatnya saja sekarang. Supaya jangan fokus ke Cina nya saja, kemana-mana juga harus jaga kesehatan, hidup bersih, pakai masker, jangan batuk,” ungkapnya.

Terpisah, Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi mulai melakukan pengawasan terkait beredarnya informasi Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal yang beredar di Bekasi. Bahkan tidak akan segan untuk melakukan penindakan tegas.

”Dokumen yang dimiliki perusahaan harus sesuai dengan yang ada ada di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. Yakni TKA yang terdata di PT Mahkota Sentosa Utama selaku developer Meikarta kurang lebih sebanyak 260 pekerja asing asal Tiongkok,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Petrus Teguh.

Teguh menegaskan, pihaknya tidak segan-segan menindak tegas pekerja asing yang tidak memiliki dokumen sah. Sebab selama menjalani pekerjaan mereka harus memiliki izin tinggal terbatas.

Ia memaparkan, untuk keseluruhan TKA asal Tiongkok di Kabupaten dan Kota Bekasi sebanyak 850 orang. Data tersebut merupakan pemegang izin tinggal terbatas. Namun untuk merinci wilayah Kabupaten Bekasi, Teguh belum bisa memberikan detail karena perlu melihat data.

”Kalau pemegang izin terbatas memang hanya ratusan tidak sampai ribuan. Oleh sebab itu untuk memastikan kami akan lakukan pengecekan secara dokumen,” jelasnya.

Sambung dia, kebanyakan TKA asal Tiongkok untuk kepentingan bekerja namun merupakan pemegang izin terbatas. Oleh sebab itu TKA tersebut yang memiliki izin tinggal tetap. ”Mereka datang ke Bekasi keperluan bekerja, dan itu pun kepengurusan izin tinggal langsung dari pemerintah pusat, sehingga kami perlu ada singkronisasi masalah pendataan,” ungkapnya.(pra/and)

Related Articles

Back to top button