Berita Utama

Sebulan Tiga Kali Ngungsi

BANJIR LANGGANAN: Warga melintasi banjir yang merendam wilayah Perumahan Jatibening Permai, Kota Bekasi, Minggu (16/2). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sedikitnya 350 KK di perumahan tersebut terendam banjir. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan warga di perumahan Jatibening Permai, harus rela mengungsikan barang berharga milik mereka saat turun hujan. Bahkan, dalam sebulan terakhir ini warga sudah tiga kali mengungsi, atau pindah ke lantai dua jika rumah milik mereka.

Ya, sejumlah wilayah di Kota Bekasi kembali terendam banjir. Tidak ada warga yang mengungsi banjir kali ini, aktivitas warga di sejumlah perumahan terganggu. Hujan mengguyur Kota Bekasi dengan intensitas tinggi sekira pukul 13.00 WIB hingga sore hari.

Pantauan Radar Bekasi, air menggenang di wilayah permukiman warga dengan ketinggian bervariasi mulai dari 20 cm hingga satu meter. Selain perumahan, akses jalan KH Noer Alie di bawah kolong tol JORR digenangi air hingga menimbulkan kemacetan cukup panjang.

Sementara perumahan yang terpantau banjir diantaranya perumahan Bumi Nasio Indah, Perumahan Dosen IKIP, Perumahan Cahaya Memang Pratama, dan Perumahan Jatibening Permai.

Di perumahan Jatibening Permai, wilayah perumahan disebut hampir tiga kali terendam banjir dalam satu bulan terakhir. Setiap kali banjir, kendaraan milik warga diungsikan keluar area perumahan.

”Sering, sebulan bisa tiga kali. Kalau memang dia itu nggak ada kendala (saluran air) minimal satu jam sudah surut, tapi kalau ada kendala bisa tiga jam empat jam,” kata security sekitar, Edi Wahyudi (50) saat dijumpai di pintu masuk perumahan, Minggu (16/2).

Iya menyebut tidak seluruh warga yang diungsikan, dipastikan kendaraan milik warga sudah diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Setiap kali banjir, kendaraan milik warga selalu diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Ketinggian didalam area perumahan mencapai satu meter, warga masih berada dilantai dua perumahan. Total ada 350 tinggal di perumahan tersebut. Pompa perumahan tidak bisa digunakan ketika air sudah setinggi 1 meter, terpaksa warga menunggu air perlahan surut.

Di lokasi lain, kendaraan milik warga perumahan Cahaya Kemang Pratama (CKP) juga terpaksa diungsikan, lantaran tanggul kali CKP sudah limpas ke area permukiman warga.

Padahal, tinggi tanggul kali ke area permukiman warga mencapai dua meter. Warga sekitar khawatir tanggul jebol seperti beberapa waktu lalu diawal musim penghujan.

”Hujan sih dari kemarin ya, kemarin malam sudah hujan, limpas tadi siang jam duaan. Selutut, Alhamdulillah engga (mengungsi), hanya kendaraan saja diungsikan,” kata ketua RW 04, Abdul Rosyid.

Hujan perlahan mulai surut, sekira pukul 18.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi masih menginventarisir titik genangan air di beberapa lokasi. ”Anggota piket masih mendata lokasi genangan air sampai saat ini,” jelas Wakil Ketua Satgas BPBD Kota Bekasi, Karsono.

Kondisi air di Kali Bekasi terpantau normal saat beberapa wilayah tergenang banjir. Satu anak diketahui tenggelam saat asik bermain air di selokan, S(10) diketahui terbawa arus di gorong-gorong Ko Kebantenan RT 07/08, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Korban baru berhasil dievakuasi selama satu jam setelah kejadian, korban diketahui bermain air pukul 17:00 WIB. Setelah dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak bisa diselamatkan. (Sur)

Close