BekasiBerita UtamaPemerintahan
Trending

Pembangunan Sejumlah Apartemen Mangkrak

TERHENTI: Pembangunan apartemen di Jalan Kartini, Bekasi Timur terlihat mangkrak atau terhenti, Senin (17/2). Pengawasan pembangunan diperlukan supaya tak mengganggu estetika kota. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah proyek apartemen di wilayah Kota Bekasi dibiarkan mangkrak. Kondisi itu bahkan terjadi hingga bertahun-tahun.

Data sementara Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi selama satu tahun terakhir, terdapat lima izin pembangunan apartemen yang dikeluarkan. Tiga diantaranya mangkrak, dua lainnya belum kunjung dibangun hingga saat ini.

”Saya pastikan besok akan saya cek kembali (data apartemen mangkrak), dua tiga tahun yang lalu lah yang izinnya sudah diberikan (apartemen yang mangkrak),” kata Kabid Pengendalian Ruang pada Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi, Azhari.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa izin pondasi awal yang dikeluarkan tidak mengenal batas waktu. Pihaknya akan mencari tahu berapa apartemen yang mangkrak dan alasannya.

Distaru tidak bisa mengambil langkah terhadap apartemen yang mangkrak tersebut. Hal ini perlu dievaluasi. Pihaknya diakui tidak pernah mencari tahu secara detail pada saat pengembang mengajukan izin pembangunan. Diantaranya seperti sumber dana, atau kekuatan investasi.

”Ya sebetulnya kita nggak pernah mendalami ya, karena proses pertama kita memberikan izin tanpa memberikan batas waktu, itu yang musti di evaluasi,” lanjut Azhari.

Sementara itu, Kabid Perencanaan Ruang, Dewi Astianti menjabarkan bahwa untuk mengawali pembangunan, izin yang diterbitkan adalah izin mendirikan bangunan (IMB) pondasi. IMB pondasi selanjutnya akan dievaluasi hingga dikeluarkan IMB tetap ketika progres pembangunan sudah berjalan 60 persen dan sesuai peruntukannya.

Sejumlah apartemen mangkrak ini akan menjadi catatan bagi Distaru. Menurutnya, tidak semua bangunan mangkrak selalu berkenaan dengan masalah konstruksi.

”Nah ini mangkrak kan bisa jadi nggak punya anggaran, dipastikan itu. Atau pada saat market penjualannya nggak sampai, itu akhirnya dia nggak dilanjutin, itu kan bagian dari investasi mereka,” terangnya.

Diketahui, salah satu apartemen di bilangan Jalan Cut Meutia dijelaskan sudah dalam kondisi mangkrak sejak empat tahun yang lalu, izin IMB apartemen tersebut keluar sejak tahun 2016 silam. Kondisi itu juga terjadi di salah satu pembangunan apartemen di Jalan Kartini.

Hal ini diakui bidang kewenangan Distaru, namun pihaknya akan mengevaluasi untuk mencegah adanya bangunan mangkrak lebih banyak lagi. Dimungkinkan melalui pembatasan waktu yang tertera pada IMB atau memberikan konsekuensi jika bangunan tidak dilanjutkan pembangunannya.

Penampakan sejumlah apartemen yang tidak dilanjutkan pembangunannya ini mengganggu estetika kota metropolitan. Pasalnya kondisi bangunan menjulang dan tak terawat. (sur)

 

Related Articles

Back to top button