HukumMetropolis
Trending

Empat Pelaku Huni Lapas Anak Bandung

KASUS PENGEROYOKAN: Terdakwa kasus pengeroyokan anak dibawah umur yang menyebabkan meninggal dunia menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Empat pelaku utama pembacokan ADS (15) dipastikan bakal menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) anak Bandung. Sementara sembilan lainnya yang ikut menjadi terdakwa divonis menjalani pembinaan di Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Diketahui, empat pelaku bersama dengan kelompoknya terlibat tawuran di Jalan Pramuka November tahun lalu. Total pelaku tawuran yang diamankan oleh Polda Metro Jaya saat itu berjumlah 13 orang, satu diantaranya dewasa dan menjalani persidangan terpisah.

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, polisi menetapkan tiga pelaku utama yang menghabisi nyawa ADS. Selama persidangan ditemukan fakta-fakta lain. Fakta-fakta persidangan menghasilkan satu pelaku utama lainnya yang terlibat aktif menghabisi nyawa korban.

”Sebelumnya tuntutan kami I 3 tahun, R 5 tahun, A 1 tahun, H 2 tahun, satu pelaku itu bertambah saat fakta terungkap dalam persidangan,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU), Gusti Ray saat dijumpai usai persidangan.

Raut wajah sedih tidak bisa ditutupi dari wajah ornag tua para terdakwa, begitupun pada orang tua korban saat keluar dari ruang persidangan. Bagaimana tidak, Anak mereka harus tinggal sementara dibalik jeruji besi. Sedangkan orang tua korban merasa sangat kehilangan anak semata wayangnya.

Ke empatnya akhirnya divonis oleh majelis hakim masing-masing I dua tahun enam bulan, R tiga tahun enam bulan, A 10 bulan, dan H satu tahun enam bulan.

”Putusan hakim yang lain pembinaan di Cileungsi, Bogor, untuk empat pelaku di Lapas anak Bandung,” lanjut Rey.

Sejuah ini, orang tua korban mengaku menerima vonis yang dijatuhkan oleh hakim, meskipun dinilai tidak setimpal dengan kepergian anaknya.

”Ya sudah dijalani saja dulu, pasrah saja dengan putusan yang tadi,” singkat ayah Korban Kadi Supriadi tidak bisa banyak berkata-kata.

Ia masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Jawa Barat. Jarak dan waktu menjadi pertimbangan berat Kadi untuk mengajukan banding. Ia mengaku sudah menghabiskan banyak waktu selama persidangan, pekerjaannya sehari-hari sebagai security pun terpaksa ditinggalkan. (sur)

Related Articles

Back to top button