Berita UtamaCikarangIndustri
Trending

Pekerja Mega Proyek Meikarta belum Dibayar

TUNTUT HAK: Sejumlah pekerja pembangunan Apartemen Meikarta, melakukan aksi di Distrik 1 Meikarta, Desa Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/2). Dalam aksi tersebut, para pekerja menuntut agar hak-hak mereka dipenuhi oleh pemimpin perusahaan yang merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Meikarta. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah pemborong maupun pekerja di mega proyek pembangunan Apartemen Meikarta, melakukan aksi ujuk rasa, yang menuntut agar PT GMA selaku sub kontraktor PT China State Construction (CSC), melakukan pembayaran pelaksanaan pekerjaan yang sudah rampung dilakukan.

”Kontrak kami sejak bulan Desember 2019, untuk finising pada tower B. 10, namun hingga saat ini belum juga dibayar. Seharusnya, sejak sebulan lalu sudah dibayar,” ucap Koordinator Aksi, Nendi Kalvery saat berunjuk rasa di Distrik 1 Meikarta, Desa Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/2).

Kata Nendi, sebelumnya pihaknya sudah melakukan upaya pendekatan secara persuasif, yakni dengan mendatangi PT GMA, termasuk CSC, tapi tidak ada solusi.

”Jadi, aksi yang kami lakukan ini supaya mendapat perhatian dari pihak perusahaan, dalam hal ini Meikarta selaku pemilik proyek,” harapnya.

Nendi menyesalkan, PT GMA yang diwakili Mr. You Hua Biao selalu mencari berbagai alasan agar tidak membayar hasil pekerjaan yang telah selesai. Kata dia, mereka (PT GMA) selalu berkelit, salah satunya karena pekerjaan dianggap tidak sesuai dengan keinginan.

”Mereka selalu mencari alasan untuk tidak membayar gaji para pekerja, padahal pekerjaan kami sudah selesai. Ada yang sudah lebih dari sebulan, bahkan dua bulan tak kunjung dibayar juga,” sesal Nandi.

Akibat adanya penundaan pembayaran ini, ratusan orang yang dipekerjakan oleh pemborong, belum mendapatkan haknya.

Sementara itu, Humas PT China State Construction, Santara menjelaskan, hal tersebut karena ada kesalahpahaman.

”Dalam kasus ini sudah ada mediasi, dan rupanya terjadi kesalahpahaman. Karena pembayaran itu sesuai dengan pengukuran, tapi hasil pekerjaan tersebut belum dilakukan pengukuran. Dan ini hanya ada kesalah pahaman dari sub kontraktor kami,” tukasnya.  (and)

Tags
Close