Berita UtamaMetropolis
Trending

Delapan Bulan Ditutup

Jalan Cikunir Terdampak Proyek Kereta Cepat

BAKAL DITUTUP: Pengendara melintas di samping pembangunan Kereta Api Cepat di Jalan Cikunir, Bekasi Selatan, Rabu (19/2). Jalan sepanjang 700 meter dari Venus Galaxy sampai Apartemen Urban Sky bakal ditutup mulai 21 Februari hingga 22 Oktober 2020, terkait pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jalan Cikunir Raya yang selama ini digunakan sebagai jalur alternatif dari Galaxy, Bekasi Selatan menuju Cikunir, Jatiasih mulai ditutup Jumat (21/2) esok. Penutupan jalan tersebut berlangsung delapan bulan, selama pengerjaan pembangunan tiang pier proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Sebelumnya, pada Januari lalu, Jalan Cikunir sudah sempat akan ditutup. Namun, urung dilakukan lantaran menunggu kesiapan dari pihak Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).  Selain itu Kota Bekasi sedang dalam masa pemulihan pascabencana banjir.

Penutupan terhitung mulai Jumat (21/2) pagi pukul 10.00, berlangsung hingga tanggal 22 Oktober mendatang. Total 27 tiang pancang berada di sepanjang Jalan Cikunir Raya.

”Jalan yang ditutup sepanjang kurang lebih 700 meter dari venus Galaxy sampai dengan apartemen Urban Sky, terhitung Jumat (esok hari),” terang Kabid Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Teguh Indrianto, Rabu (19/2).

Tiang akan dibangun di tepi Jalan Tol Cikunir, sementara Jalan Cikunir akan ditempati alat berat selama proses pembangunan berjalan. Arus lalu lintas sehari-hari di jalan alternatif ini cukup ramai. Dengan ditutupnya akses jalan Cikunir diprediksi berimbas pada kepadatan di sejumlah jalur alternatif.

Alternatif jalan yang bisa dilalui oleh pengendara untuk menuju dan dari arah Jalan Cikunir diantaranya melalui Jalan Raya Cempaka, Jalan Buana Raya, Jalan Jatibening, Jalan Caman Raya, dan Jalan KH Noer Alie.

”Imbas pasti ada, makanya diharapkan pengguna jalan bisa menyesuaikan untuk cari jalan alternatif,” lanjut Teguh.

Sejumlah spanduk pemberitahuan dipasang di beberapa titik untuk menginformasikan pengalihan jalan kepada pengemudi, menuju ruas jalan yang ditutup dipasang standing banner. Untuk mengatur lalu lintas di wilayah sekitar, petugas Dishub disiagakan.

Terpisah, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim meminta kepada Dinas Perhubungan bisa maksimal menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas masyarakat di wilayah tersebut.

Pihaknya akan mengawasi kinerja dinas perhubungan yang berkaitan dengan pelayanan terhadap masyarakat. Hasil ekspos antara Dishub dengan Komisi II, menjanjikan rekayasa lalin berjalan maksimal.

Sementara itu pelaksana proyek KCIC juga dijadwalkan dalam waktu dekat dipanggil terkait dengan rencana kegiatan yang akan berlangsung di wilayah Kota Bekasi. Diharapkan tidak ada gangguan terhadap warga yang tinggal di wilayah sekitar.

”Nanti kalau memang harus ya kita akan turun ke lapangan, kita akan lihat, kita terbuka buat masyarakat,” tegasnya.

Arif meminta masyarakat untuk bersabar selama rekayasa lalu lintas berjalan. Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk proaktif memberikan masukan kepada DPRD Kota Bekasi selama proses pembangunan berlangsung. (sur)

Related Articles

Back to top button