Bekasi
Trending

Puluhan Karyawan Keracunan Makanan

KORBAN KERACUNAN MAKANAN: Karyawan PT JFE Steel Galvanizing Indonesia tengah dirawat di Rumah Sakit Graha MM2100 Cibitung Kabupaten Bekasi, Rabu (19/2). Sebanyak 11 karyawan itu dirawat diduga keracunan makanan pada Senin (17/2).ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 35 karyawan PT JFE Steel Galvanizing Indonesia mengalami keracunan setelah makan katering yang disiapkan oleh PT Anugrah Boga Prima. Hal tersebut diketahui setelah belasan karyawan sesudah makan mengalami pusing, muntah dan diare. Akibatnya seluruh karyawan harus dibawa ke RS Graha MM 2100.

Hingga saat ini, ada sebelas karyawan PT JFE Steel Galvanizing yang berlokasi di Jalan Aru Blok F Kawasan Industri MM2100, Desa Sukasejati, Kecamatan Cikarang, masih menjalani pengobatan di RS Graha MM 2100. Selebihnya 24 karyawan sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.

Salah satu karyawan yang keracunan, Riyan menuturkan, awalnya tidak menyangka dirinya mengalami keracunan. Setelah makan siang yang disiapkan pihak perusahaan, dia merasakan pusing dan mual-mual. Kemudian saat melihat karyawan lainnya yang ikut makan mengalami hal yang sama, sehingga langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

”Habis makan siang langsung mual-mual. Jadi ada tiga menu, ikan, daging, dan ketoprak. Kalau saya melihatnya yang makan ketoprak itu mual-mual semua. Yang bareng saya ke rumah sakit 23 orang, kaya nya nambah dah,” ujarnya saat dimintai keterangan, Rabu (19/2).

Hal senada disampaikan korban lainnya, Nisa. Menurutnya, setelah makan ketoprak yang sudah disiapkan pihak perusahaan dirinya merasakan mual dan pusing. ”Jadi saat lagi istirahat saya makan ketoprak, kemudian enggak lama langsung mual-mual. Saya enggak tahu ada berapa yang mual-mual,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu saksi Nur Ain Widiyastuti menuturkan, bahwa menu makanan tersebut diperoleh dari katering PT Anugrah Boga Prima yang berlokasi di jalan raya Setu No.66, Desa Mekar Sari, Kecamatan Cikarang. Kata dia, sampel makanan yang disantap oleh karyawan sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk dicek benar beracun apa tidak.

”Saya sudah serahkan sampel makanannya ke pihak kepolisian untuk dilakukan pengujian laboratorium apakah makanan tersebut mengandung beracun atau tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cikarang Selatan, Iptu Jefri menjelaskan, pada Selasa (18/2) pukul 16:15 WIB, pihaknya mendapat laporan ada 35 orang karyawan PT JFE Steel Galvanizing Indonesia berada di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Graha MM2100 karena mengalami mual, diare, dan pusing yang diduga keracunan makanan.

Karyawan tersebut sebelumnya pada hari senin tanggal 17 Februari 2020 makan siang ditempat kerjanya pada pukul 10:30 sampai dengan 14.00 dengan menu daging lada hitam, kembung pesmol, ketoprak, dan menu pendamping risol, sop sayur, dan mie, yang ikut makan 205 karyawan. Kemudian ke esokan harinya pada Selasa sebanyak 35 karyawan mengalami mual-mual dan pusing.

Pada saat itu, seluruh karyawan yang mengalami mules, muntah dan diare (keseluruhannya merupakan karyawan shift pagi) langsung diberikan pertolongan pertama dan membawa para karyawan tersebut ke RS Graha MM2100 untuk dilakukan tindakan pengobatan.

”Dari informasi bahwa 35 orang karyawan tersebut yang dibawa berobat ke RS Graha MM2100 baru masuk kerja pada pagi Senin (17/2). Jadi setelah makan siang pada pukul 10.30 sampai dengan 14.00 sore dengan menu daging lada hitam, kembung pesmol, ketoprak, dan menu pendamping risol, sop sayur, dan mie. Baru terasa mual dan pusing pada Selasa,” jelasnya.

Jefri mengatakan, untuk sampel makanan sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pengujian laboratorium. Sedangkan untuk karyawan PT JFE Steel Galvanizing Indonesia bernama Bagas dan M Fandi telah diambil sampel kotoran Buang Air Besar (BAB) oleh Dokter RS GRAHA MM2100 untuk dilakukan uji laboratorium. ”Sekarang sedang dilakukan uji laboratorium, namun sampai sekarang hasilnya belum keluar. Kita masih tunggu hasil uji laboratium tersebut,” ungkapnya. (pra)

Related Articles

Back to top button