Metropolis
Trending

Bejat, AHI Setubuhi Putri Rekannya

Diimingi Kalung Perak Murahan

TERTUNDUK: Pelaku pencabulan inisial AHI (35) dihadirkan saat ungkap kasus persetubuhan dibawah umur di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (20/2). Menurut keterangan Polisi pelaku sudah melakukannya aksi bejatnya selama lima kali. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aksi bejat AHI (35) akhirnya terungkap. AHI diketahui menyetubuhi putri teman kerjanya sendiri sebanyak lima kali pada Januari lalu.

Kejadian tersebut terungkap saat N (15) mengeluh sakit kepada orang tuanya. N pun mengakui pernah disetubuhi oleh AHI, teman dekat ayahnya. Kini AHI mendekam di jeruji besi Polres Metro Bekasi Kota.

AHI diketahui kerap datang berkunjung ke rumah temannya di Komplek Pondok Benda RT 07/05 Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Sejak sering berkunjung, AHI tertarik pada N. AHI mengaku sudah memiliki istri dan dua anak.

Dalam melakukan aksi bejatnya, AHI tidak melakukan tindak kekerasan terhadap N. Anak lulusan Sekolah Dasar (SD) tersebut di iming-imingi bujuk rayu AHI, pelaku memberikan satu buah cincin dan kalung perak murahan senilai Rp 15 ribu dan Rp25ribu sebagai hadiah ulang tahun N.

Saat itu AHI menyatakan perasaannya dan menawarkan N untuk menjadi istri keduanya. Keduanya menjalin kasih sejak 28 Desember 2019.

“Dari hasil pemeriksaan ternyata pelaku teman dekat ayahnya,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko, Kamis (20/2).

AHI telah melakukan perbuatan keji tersebut kepada N sebanyak lima kali dalam rentang waktu satu bulan. Yakni pada tanggal 11, 14, 17, 20, dan 23 Januari lalu.

Perbuatan berulang kali itu dilakukan di rumah N, saat itu situasi rumah sedang sepi, sehingga memuluskan niat AHI untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Meskipun dilakukan tanpa tindak kekerasan, AHI tetap menyalahi undang-undang perlindungan anak setelah keluarga N melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

”Terhadap pelaku kita kenakan pasal 81 undang-undang nomor 17 tahun 2016 itu penetapan PERPPU dari perubahan kedua UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak di bawah umur dan dapat dikenakan dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar,” tandasnya.

Sementara itu, AHI mengaku ia dengan N melakukan persetubuhan atas dasar suka sama suka. Bahkan ia mengklaim N yang jatuh hati kepadanya, hingga tidak ingin jauh darinya. Sedangkan ia tidak menaruh hati kepada N.

”Pacaran baru sebulan. Ada orang tuanya (pada saat melakukan persetubuhan), pada tidur),” kata AHI.

Awalnya, kasus ini sempat ingin diselesaikan secara kekeluargaan. Keduanya berniat untuk menikah akhir Januari lalu. Namun, keluarga korban mendatangi istri AHI, lantas sang istri tidak terima jika suaminya menikah lagi, cekcok pun terjadi setelah istrinya tahu.

”Orang tua korban jemput istri saya, karena istri saya dijemput abis itu cekcok. Karena saya menjalani hukuman seperti ini, saya nggak mau lagi (menikahi N),” lanjutnya.

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi akan memberikan pendampingan terhadap N untuk memulihkan psikologisnya. Sementara itu masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam mengawasi kekerasan terhadap anak.

Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Rusham menyebut bahwa ini merupakan kasus pertama pada tahun 2020. Sebelumnya, pada tahun 2019 terjadi 89 kasus pelecehan seksual terhadap anak.

”Tingginya angka aduan terkait dengan kekerasan anak di Kota Bekasi itu karena masyarakat itu kan sudah terbuka informasinya, satu. Kemudian yang kedua masyarakat sudah sadar kasus kekerasan ini harus dilaporkan ke pihak yang berwajib,” terangnya. (sur)

Tags
Close