Cikarang

Kejari Musnahkan Ribuan BB Hasil Kejahatan

MUSNAHKAN BB: Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi memusnahkan Barang Bukti (BB) berupa narkotika di halaman Kantor Kejari Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi Cikarang Pusat, Kamis (20/1).ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kejaksaan Negeri (Kejari bersama unsur TNI, Polri di Kabupaten Bekasi, memusnahkan ribuan Barang Bukti (BB) hasil kejahatan berupa narkotika, kosmetik, obat-obatan ilegal, dan senjata tanjam di halaman Kantor Kejari Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kamis (20/2).

Ribuan BB yang dimusnahkan itu hasil perkara sejak tahun 2019 hingga saat ini. Sekadar diketahui, untuk kosmetik atau kejahatan perdagangaan, dimusnahkan tidak hanya di kantor Kejari saja, melainkan di gudang logistik yang berada di Karawang.

”Memang BB dari hasil kejahatan berupa tindak pidana selama 2019, baru kami musnahkan, termasuk bukti kejahatan perdaganggan yang berada di gudang logistik Kabupaten Karawang, turut kami musnahkan karena jumlahnya mencapai 12 truk. Sehingga lokasi pemusnahan tidak hanya dilakukan di Kantor Kejari Kabupaten Bekasi,” terang Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari, Kamis (20/2).

Kata dia, pihaknya melakukan pemusnahan BB hasil kejahatan tersebut sudah sesuai kewenangan dan kewajiban. ”Untuk memusnahkan BB hasil kejahatan ini setelah perkara kejahatan-nya sudah berkekuatan hukum tetap,” klaim Rara.

Ia menjelaskan, untuk BB jenis narkotika yang dimusnahkan, diantaranya, 173,9 gram sabu dari 74 perkara. Sabu dimusnahkan dengan cara dibakar bersamaan dengan ganja seberat 735,5 gram dari 11 perkara.

Kemudian, ekstasi sebanyak 80 butir dari satu perkara dan obat-obatan terlarang sebanyak 9.350 butir. Ribuan BB itu dimusnahkan dengan cara dimasukkan kedalam air.

”Kalau BB narkotika itu memang tidak banyak, karena berdasarkan Undang-Undang yang berlaku saat ini, BB tersebut sudah bisa dimusnahkan tujuh hari setelah penangkapan, walau masih dalam penyidikan,” jelasnya.

Lanjut Rara, BB yang paling banyak saat ini bukan jenis narkotika, melainkan kasus perdagangan, dimana ribuan BB dari total 35 jenis yang dimusnahkan berupa kosmetik ilegal, obat-obatan asal China tanpa izin edar.

”Paling banyak itu perkara terkait perdagangan. Dari catatan kami total-nya ada 12 truk,” pungkas Rara.

Ditambahkannya, jenis obat-obatan ilegal dari China yang dimusnahkan, diantaranya, 24 dus balsem merek Zam-Buk, 40 dus obat China merek Pi-Kang dan 10 dus jamu godok tanpa merek. Obat ilegal itu dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat bersama 79 dus besar garam merek Himalaya dan 257 dus minuman Himalaya.

”Jadi, barang-barang tersebut dikirim dari China tanpa izin resmi. Setelah perkaranya disidangkan, baru kami musnahkan,” tukas Rara. (and)

Close