Berita UtamaMetropolis
Trending

Ratusan Peserta Absen

Tahapan Tes SKD CPNS Pemkot Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi tidak hadir dalam tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Tes dengan metode Computer Assisted Test (CAT) diselenggarakan di Universitas Telkom, Bandung, Senin (17/2) lalu.

Total seluruh peserta seleksi yang telah disaring dan siap untuk ikut tes CAT berjumlah 2.704 orang. Dari jumlah tersebut hanya 2.336 yang ikut dalam tes Senin lalu. Alasan cuaca dan jarak yang cukup jauh diduga menjadi salah satu faktor ratusan peserta batal ikut. Pasalnya saat pelaksanaan hujan deras disertai angin kencang mengguyur lokasi tes.

”Total seluruhnya yang ikut tes 2.704, yang tidak hadir 368, sisanya 2.336,” terang Kasubid Pengadaan, Mutasi, dan Pemberhentian Aparatur pada Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Hanafi, Kamis (20/2).

Total peserta yang telah lulus seleksi administrasi beberapa waktu lalu secara keseluruhan berjumlah 2.706. Dua orang diantaranya P1/TL, yakni peserta seleksi CPNS tahun 2018 lalu yang telah melampaui ambang batas pada SKD. Namun, tidak lolos setelah proses integrasi nilai SKD dengan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Keduanya memilih untuk tidak mengikuti SKD, sehingga tetap menggunakan nilai SKD CPNS tahun lalu. Keduanya juga boleh untuk memilih tetap mengikuti tes SKD, mereka bisa memilih nilai tes SKD 2018 atau yang baru saja dilaksanakan.

Seluruh peserta yang sudah mengikuti SKD tinggal menunggu hasil dari panitia seleksi nasional (Panselnas) untuk ditentukan tiga besar di setiap formasi. Selanjutnya mengikuti SKB yang rencananya akan dilaksanakan di tempat yang sama pertengahan Maret mendatang.

”Pengumuman tiga besar itu yang berhak ikut seleksi kompetensi bidang. Kalau dokter ya itu dia soal ujiannya tentang kedokteran,” lanjutnya.

Dalam tes SKB mendatang, khusus untuk formasi guru, untuk peserta yang datang dan menunjukkan sertifikat pendidik mendapatkan satu kelebihan diantara peserta lainnya. Bagi pemilik sertifikat pendidik, mereka sudah diberikan 60 persen dari nilai sempurna.

Hal-hal unik dan mengharukan dijumpai saat pelaksanaan SKD lalu, diantaranya peserta yang kedapatan membawa contekan. Hal ini diketahui saat salah satu peserta laki-laki memasuki ruang tunggu peserta, saat cek body, ditemukan tulisan berupa poin-poin UUD 1945 dibelakang nomor tes yang bersangkutan. Terpaksa nomor tes disita, lalu diganti dengan yang baru.

Selanjutnya, panitia juga menjumpai ibu hamil muda yang memaksakan untuk ikut tes SKD, sekalipun dalam keadaan kesehatan yang tidak mendukung. Akhirnya peserta tersebut terpaksa menjalani tes dengan alat bantu kursi roda. (sur)

 

Tags
Close