BekasiBerita UtamaCikarang

Tak Cukup Bukti, Polisi Pulangkan Pemborong SMPN 3

Video Penangkapan Sempat Viral

PAGAR DIRANTAI: Seorang warga sedang melihat rumah sekaligus kantor bos pemborong bangunan SPMN 3 Karang Bahagia, Rizka Afriani, yang digembok di RT06/03, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (19/2). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, akhirnya memulangkan pemborong bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SPMN) 3 Karang Bahagia, yang sebelumnya ditangkap secara paksa di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (19/2) lalu.

Padahal sebelumnya, beredar dua video amatir dengan durasi kurang dari satu menit, ada penangkapan Rizka Afriani beserta enam anak buahnya, lantaran diduga melakukan pemalsuan dokumen.

Sebab, polisi mengamankan sejumlah dokumen berikut stempel palsu sebanyak satu koper dari dalam rumah Rizka. Dari enam orang tersebut sempat diborgol, kecuali Rizka, dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

”Kami tidak cukup bukti untuk melanjutkan ke ranah pidana umum, sehingga dipulangkan,” beber Kasubnit Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian, Kamis (20/2).

Dalam video tersebut, para pemborong sempat mengelak untuk dibawa ke kantor polisi. ”Sssttt diam sudah jelaskan di kantor,” ujar salah satu anggota berpakaian biasa yang menyebutkan dirinya polisi ketika hendak memborgol salah satu pemborong saat penangkapan, beberapa hari lalu.

Namun saat dikonfirmasi terkait pemulangan pemborong Rizka dan anak buahnya, Jerry menepis apabila peristiwa di video yang beredar melalui aplikasi WhatsApp (Wa) itu pihaknya tidak melakukan penangkapan atau penjemputan paksa.

”Tidak ada penangkapan atau penjemputan paksa, melainkan kami hanya melakukan klarifikasi,” jawab Jerry kepada Radar Bekasi singkat.

Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan pihaknya, belum cukup bukti terkait kasus pemalsuan dokumen.

Sebelumnya diberitakan, Unit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap pemborong bangunan SPMN 3 Karang Bahagia, karena pengerjaan-nya tidak sesuai dengan spek atau Bill of Quantity (B/Q) yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

”Awalnya saya disambangi salah satu pegawai Pemerintah Desa Sukamahi dan anggota kepolisian. Katanya dari Polda Metro Jaya. Lalu saya disuruh jadi saksi,” ucap Ketua RT 06/03 Desa Sukamahi, Kinan saat ditemui di Kantor Desa Sukamahi, Rabu (19/2).

Kinan menuturkan, anggota polisi itu tidak ada yang mengenakan seragam dinas, melainkan pakaian biasa (seperti masyarakat pada umumnya). Mereka (Polisi,Red) mengendarai mobil Honda Mobilio.

”Kalau ditanya jumlah anggota polisi-nya berapa, saya tidak mengetahui, sebab mereka tidak menggunakan seragam dinas. Akan tetapi yang ditangkap ada tujuh orang dari rumah Rizka Afriani di RT06/03, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,” terang Kinan.

Lanjut dia, informasi terkait penangkapan Rizka beserta anak buahnya, lantaran dugaan pemalsuan dokumen. Sebab, polisi mengamankan sejumlah dokumen berikut stempel palsu sebanyak satu koper dari dalam laci meja.

”Kalau yang saya tahu, ada dugaan pemalsuan dokumen, sebab disitu ada stempel desa, kecamatan dan dinas-dinas di lingkungan Pemkab Bekasi. Bahkan saat diperiksa hampir ada semua stempel, makanya yang dibawa itu ada satu koper,” ucap Kinan.

Lanjutnya, saat keluar, enam dari tujuh orang yang ada di dalam rumah tersebut diborgol dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.

”Selain Rizka, semua orang yang diibawa dari rumah itu diborgol, sebab dia (Rizka) melawan terus. Lalu dibawa menggunakan dua mobil mewah yang ada di rumah lokasi penangkapan,” tandas Kinan.

Sementara itu, salah satu anggota Polda Metro Jaya, Dimas, membenarkan adanya penangkapan tujuh orang, termasuk Rizka selaku pemborong SMPN 3 Karang Bahagia.

”Memang benar ada penangkapan di Cikarang Pusat, dan untuk barang bukti yang dibawa berupa stempel dan dokumen. Tapi saya tidak dapat memberikan informasi lebih banyak, karena takut salah,” tuturnya.

Sedangkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengaku, dirinya belum mendapatkan informasi terkait adanya penangkapan tersebut.

”Saya belum dapat informasi itu. Coba saya tanyakan terlebih dahulu ya,” jawabnya saat dihubungi, kemarin. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Polda Metro Jaya.  (and)

Close