BekasiBerita UtamaMetropolis

Kebutuhan Lahan Pemakaman Tinggi

Butuh Satu Hektare Pertahun

BERSIHKAN MAKAM: Petugas membersihkan makam di TPU Perwira, Bekasi Utara. Pemerintah Kota Bekasi butuh 1 Hektar lahan untuk tempat pemakaman umum pertahunnya. RAIZA SEPTIANTO/ RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kebutuhan lahan untuk area pemakaman di Kota Bekasi cukup tinggi. Ini berbanding lurus dengan kepadatan Kota Bekasi yang saat ini menjadi kota urbanisasi. Kota Bekasi memiliki setidaknya 2,7 juta penduduk.

Setiap tahun tercatat sebanyak 4.800 jiwa meninggal dunia. Artinya ada sekira 13 jiwa per harinya harus dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) di Kota Bekasi. Maka, pertahun 1 hektare tanah harus disiapkan untuk mencukupi kebutuhan tanah makam.

”Hasil evaluasi saya, Kota Bekasi itu harus menyiapkan kurang lebih 10 ribu meter per tahun,” terang Kepala UPTD Pemakaman pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Yayan Sopian, Jumat (21/2).

Total area pemakaman di TPU Jatisari tercatat 10,7 Hektare, total yang sudah tepakai berjumlah 4 Hektare. Sisa lahan di area TPU Jatisari diakui belum semua dikategorikan lahan matang, lantaran beberapa lahan diarea tersebut masih kerap terendam banjir.

Di TPU Padurenan, total luas area makam tercatat 13 Hektare, terpakai 3 Hektare. Rencananya, lahan TPU Padurenan akan terus diperluas hingga 17 Hektare. Kondisi lain dialami oleh TPU Perwira, dari total lahan pemakaman 12 Hektare, sudah semua terpakai.

”Sekarang yang sudah habis itu disini, kemarin ada penambahan 4 ribu meter sudah habis nggak sampai satu tahun. Harusnya dua hektare, karena keterbatasan anggaran yang terealisasi baru 4 ribu meter,” ungkapnya.

Setiap permohonan pemakaman di TPU Perwira, sementara ini diarahkan ke TPU Padurenan atau TPU Jatisari. Kecuali, untuk anggota keluarga dari almarhum yang sudah dimakamkan bersedia untuk ditumpang, dengan catatan harus anggota keluarga, atau tidak lebih dari tiga tumpuk.

Sejak tahun 2017 lalu, masyarakat tidak dibebankan retribusi pemakaman di TPU milik Pemerintah Kota Bekasi. Retribusi hanya dikenakan untuk pemakaian ambulans Rp100 ribu.

Insyallah lanjutin yang ini (perluasan TPU Perwira), total penambahannya 2,3 hektare. Kalau untuk tahun ini belum ada penambahannya, mungkin nanti di tahun 2021,” tandasnya.

Anggaran UPTD Pemakaman total satu tahun Rp4,5 miliar, Rp3,2 miliar digunakan untuk gaji pekerja harian lepas (PHL), sisanya digunakan untuk perawatan area makam.

Target retribusi UPTD Pemakaman selama satu tahun Rp35 juta, berasal dari retribusi penggunaan mobil ambulans. Sebelumnya tahun 2017, semua dikenakan retribusi, mulai dari prosesi pemakaman hingga pendaftaran dan perpanjang IPTM. (sur)

Related Articles

Back to top button