Berita UtamaCikarang
Trending

Aksi Pertanyakan Kinerja Jatanras Polda Metro Jaya

Pemborong SMPN 3 Dipulangkan

LIHAT RUMAH: Seorang warga sedang melihat rumah pemborong USB SPMN 3 Karang Bahagia, Rizka Afriani, di RT06/03, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kampus Bekasi (Aksi), mempertanyakan kinerja tim Reserse Kriminal (Reskrim) Jatanras Polda Metro Jaya yang telah membebaskan pihak pemborong Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 3 Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu.

Padahal sebelumnya, tim Jatanras Polda Metro Jaya telah menangkap sekaligus memborgol dan membawa bos pemborong serta mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB) berupa setempel dan dokumen yang diduga dipalsukan.

”Kami akan melakukan pengkajian terkait dilepaskan-nya pemborong tersebut. Selanjutnya akan dilaporkan ke Propam Polda Metro Jaya dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas),” kata Jenderal Lapangan Aksi, Zainudin, Minggu (23/2).

Pria yang akrab disapa Zai ini juga mempertanyakan, apakah saat klarifikasi dilakukan pemborgolan, dan penjemputan paksa serta ditemukan sejumlah bukti setempel yang mencapai sekoper belum cukup bukti?

Ia juga mempertanyakan, kenapa begitu mudah-nya pihak kepolisian membebaskan pemborong yang diduga telah memalsukan setempel Pemerintah Desa, termasuk sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bekasi.

”Ini sangat aneh. Sebenarnya siapa pelapor dugaan pemalsuan dokumen negara tersebut oleh bos PT RAP ke Polda Metro Jaya? Lalu apakah saat meminta klarifikasi boleh diikat dengan tali robot secara paksa? Dasar hukum-nya apakah dan undangan pemanggilan terhadap pihak yang diperiksa? Apa benar pihak Polda Metro Jaya yang menyergap lalu menemukan sejumlah stempel yang diduga palsu sebagaimana yang terekam dalam video itu benar? Dan BB yang sempat dibawa ke Polda dikembalikan? Termasuk stempel-setempel yang dipalsukan?. Ini menjadi kejanggalan buat kami,” beber Zai.

Pihaknya juga menyesalkan, disaat era keterbukaan informasi seperti sekarang, pihak kepolisian yang merupakan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, perlu dikritisi demi ketransparanan informasi publik.

Sementara itu, Kasubnit Jatanras Diskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian saat dihubungi Radar Bekasi menuturkan, dengan viral-nya berita tersebut, sebagai wujud laporan masyarakat, dan Polri diberi kewenangan untuk melakukan klarifikasi.

Sedangkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut.

”Wah saya belum dapat informasi soal kasus itu, karena masih banyak kegiatan. Nanti saya berikan informasi ya,” janji Yusri, Minggu (23/2).

Namun, hingga berita ini ditulis, mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu, tak kunjung memberikan informasi terkait dibebaskan-nya pemborong USB SMPN 3 Karang Bahagia dan diduga memalsukan stempel pemerintah desa serta perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bekasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Jatanras Polda Metro Jaya, memulangkan pemborong bangunan SPMN 3 Karang Bahagia, yang sebelumnya ditangkap secara paksa di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (19/2) lalu.

Padahal sebelumnya, beredar dua video amatir dengan durasi kurang dari satu menit, ada penangkapan Rizka Afriani beserta enam anak buahnya, lantaran diduga melakukan pemalsuan dokumen.

Sebab, polisi mengamankan sejumlah dokumen berikut stempel palsu sebanyak satu koper dari dalam rumah Rizka. Dari enam orang tersebut sempat diborgol, kecuali Rizka, dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

”Kami tidak cukup bukti untuk melanjutkan ke ranah pidana umum, sehingga dipulangkan,” beber Kasubnit Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian, Kamis (20/2).

Dalam video tersebut, para pemborong sempat mengelak untuk dibawa ke kantor polisi. ”Sssttt diam sudah jelaskan di kantor,” ujar salah satu anggota berpakaian biasa yang menyebutkan dirinya polisi ketika hendak memborgol salah satu pemborong saat penangkapan, beberapa hari lalu.

Namun saat dikonfirmasi terkait pemulangan pemborong Rizka dan anak buahnya, Jerry menepis apabila peristiwa di video yang beredar melalui aplikasi WhatsApp (Wa) itu pihaknya tidak melakukan penangkapan atau penjemputan paksa.

”Tidak ada penangkapan atau penjemputan paksa, melainkan kami hanya melakukan klarifikasi,” jawab Jerry kepada Radar Bekasi singkat.

Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan pihaknya, belum cukup bukti terkait kasus pemalsuan dokumen.

Sebelumnya diberitakan, Unit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap pemborong bangunan SPMN 3 Karang Bahagia, karena pengerjaan-nya tidak sesuai dengan spek atau Bill of Quantity (B/Q) yang telah ditentukan oleh Pemkab Bekasi.

”Awalnya saya disambangi salah satu pegawai Pemerintah Desa Sukamahi dan anggota kepolisian. Katanya dari Polda Metro Jaya. Lalu saya disuruh jadi saksi,” ucap Ketua RT 06/03 Desa Sukamahi, Kinan saat ditemui di Kantor Desa Sukamahi, Rabu (19/2).

Kinan menuturkan, anggota polisi itu tidak ada yang mengenakan seragam dinas, melainkan pakaian biasa (seperti masyarakat pada umumnya). Mereka (Polisi,Red) mengendarai mobil Honda Mobilio.

”Kalau ditanya jumlah anggota polisi-nya berapa, saya tidak mengetahui, sebab mereka tidak menggunakan seragam dinas. Akan tetapi yang ditangkap ada tujuh orang dari rumah Rizka Afriani di RT 06/03, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi,” terang Kinan.

Lanjut dia, informasi terkait penangkapan Rizka beserta anak buahnya, lantaran dugaan pemalsuan dokumen. Sebab, polisi mengamankan sejumlah dokumen berikut stempel palsu sebanyak satu koper dari dalam laci meja.

”Kalau yang saya tahu, ada dugaan pemalsuan dokumen, sebab disitu ada stempel desa, kecamatan dan dinas-dinas di lingkungan Pemkab Bekasi. Bahkan saat diperiksa hampir ada semua stempel, makanya yang dibawa itu ada satu koper,” ucap Kinan.

Lanjutnya, saat keluar, enam dari tujuh orang yang ada di dalam rumah tersebut diborgol dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.

”Selain Rizka, semua orang yang diibawa dari rumah itu diborgol, sebab dia (Rizka) melawan terus. Lalu dibawa menggunakan dua mobil mewah yang ada di lokasi penangkapan,” tandas Kinan.

Salah satu anggota Polda Metro Jaya, Dimas, membenarkan adanya penangkapan tujuh orang, termasuk Rizka selaku bos pemborong SMPN 3 Karang Bahagia.

”Memang benar ada penangkapan di Cikarang Pusat, dan untuk BB yang dibawa berupa stempel dan dokumen. Tapi saya tidak dapat memberikan informasi lebih banyak, karena takut salah,” tuturnya. (and)

Related Articles

Back to top button