Berita UtamaCikarang
Trending

BPS dan Pemkab Helat Rakor Sensus Penduduk 2020

FOTO BERSAMA: Sejumlah unsur Kepala Dinas dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan TNI serta instansi lain-nya, foto bersama disela acara Rakor Sensus Penduduk Tahun 2020. DOK.HUMAS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersama Badan Penelitian Statistik (BPS) melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Sensus Penduduk Tahun 2020.

Tujuan dari sensus penduduk 2020 ini adalah, menuju satu data kependudukan yang menyediakan data jumlah komposisi, persebaran dan karakteristik penduduk Indonesia.

Selain itu, untuk membentuk kerangka sampel kegiatan statistik sepuluh tahun kedepan, memperoleh data parameter demografi sebagai dasar dalam menetapkan perencanaan dan kebijakan pemerintahan.

Menurut Asisten Administrasi Umum Pemkab Bekasi, Edi Rochyadi, pelaksanaan sensus penduduk 2020 akan menggunakan metode kombinasi. Dimana, BPS akan memanfaatkan data registrasi penduduk dari Ditjen Dukcapil Kemendagri, yang nantinya digunakan dalam sensus penduduk mandiri daring (online) pada bulan Februari sampai dengan Maret 2020.

”Sehubungan dengan hal tersebut, saya memerintahkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat di lingkungan Pemkab Bekasi, agar berperan serta dalam mensukseskan sensus penduduk 2020,” kata Edi.

Ia berharap, khususnya kepada para camat, agar secara berjenjang mensosialisasikan kepada kepala desa dan lurah serta kepada ketua RW dan ketua RT. Supaya warga-nya ikut berpartisipasi aktif dalam sensus penduduk mandiri online 2020.

”Semoga tujuan sensus penduduk tahun 2020 ini dapat tercapai. Sehingga bisa dijadikan sebagai bahan perencanaan dan evaluasi pembangunan, serta dasar pengambilan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Edi.

Perlu diketahui, statistik merupakan data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis serta sebagian sistem yang mengatur keterkaitan antarunsur dalam penyelenggaraan statistik.

Hal ini berdasarkan pada UU nomor 16 tahun 1997, tentang statistik dan peraturan pemerintah nomor 51 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik serta Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2019, tentang satu data Indonesia, yang menyatakan bahwa pada setiap tahun berakhir dengan angka nol, Pemerintah harus menyelenggarakan sensus penduduk.

Sementara Kepala BPS Kabupaten Bekasi, Berdikarjaya menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dan koordinasi seluruh jajaran, instansi Pemerintahan untuk berkomitmen dalam mensukseskan program nasional sensus penduduk 2020, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi.

”Saya akan terus mendukung dan mendorong teman-teman yang ada di lapangan untuk terus bergerilya dalam mensukseskan sensus penduduk online tahun 2020,” terang Berdi.

Lanjut Berdi, Kabupaten Bekasi menempati urutan pertama secara populasi terbanyak di Jawa Barat. Sedangkan untuk capaian presentase nya, Bekasi menempati peringkat ke empat setelah Kuningan, Ciamis dan Sumedang.

”Pelaksaan sensus penduduk secara online ini, sudah dimulai pada tanggal 15 Februari 2020 sampai dengan 31 Maret 2020. Bahkan dapat diakses di sensus.bps.go.id,” pungkas Berdi. (and/adv)

 

 

 

 

Related Articles

Back to top button