Berita UtamaMetropolis
Trending

DPRD Persoalkan Buruknya Drainase

Siap Bentuk Pansus

TERENDAM BANJIR: Sejumlah pengendara menerobos banjir yang merendam kawasan Jalan Raya Pejuang, Medansatria, Kota Bekasi, Minggu (23/2). Hujan deras sejak Minggu (23/2) dini hari serta sistem drainase yang buruk menyebabkan beberapa titik di wilayah utara Bekasi terendam banjir. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tergenangnya sejumlah infrastuktur jalan akibat buruknya drainase disoal Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Kondisi itu berulang terjadi ketika Kota Bekasi diguyur hujan lebat, seperti yang terjadi Minggu (23/2) dinihari kemarin.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi Dapil Kecamatan Bekasi Utara, Syaifudin menyoroti masalah banjir yang terjadi sepanjang tahun 2020 ini.

Menurutnya pemerintah daerah harus cepat tanggap dan mengambil tindakan dalam penataan sistem drainase Kota Bekasi.

”Banjir ini murni dari air hujan lokal. Bukan kiriman air limpahan dari daerah hulu. Artinya sistem drainase yang mengalirkan air pembuangan ke sungai tidak baik,” kata Syaifudin kepada Radar Bekasi, Minggu (23/2).

Anggota Fraksi PKS ini ingin mendorong Komisi II DPRD Kota Bekasi yang mengurus masalah infrastruktur dan pembangunan segera melakukan audit dan evaluasi penggunaan anggaran drainase tahun 2019.

”Karena buruknya sistem drainase di Kota Bekasi, maka banyak rumah-rumah warga seperti di PUP Bekasi utara dan wilayah lain di Kota Bekasi terendam air. Juga ditambah kurang tanggap respon dari dinas-dinas yang terkait tata kelola air dan drainase di Kota Bekasi.” terangnya.

Di DPRD, kata dia saat ini tengah menggarap pansus 5 tentang drainase. Maka realisasi penggunaan anggaran APBD 2020 harus tepat menyelesaikan problem drainase tersebut.

”Kita sedang menggarap Pansus 5 untuk merealisasikan anggaran APBD 2020 dapat menyelesaikan problem Drainase di Kota Bekasi yang buruk,” ungkapnya. (pay)

Related Articles

Back to top button