Metropolis
Trending

KPPL-I Minta Samakan Definisi Kantong Plastik

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Peraturan Wali Kota Bekasi nomor 37 tahun 2019 mengatur pengurangan penggunaan kantong plastik sudah terbit sejak 25 Maret 2019 lalu. Menjelang satu tahun Perwal tersebut terbit, Pemerintah Kota Bekasi berencana untuk segera merealisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik awal Maret mendatang.

 Di sisi lain, Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia (KPPL-I) meminta pemerintah di semua tingkatan untuk menyamakan definisi kantong plastik ramah lingkungan.

Ketua Umum KPPL-I, Puput TD Putra menyebut belum ada kesamaan definisi mengenai kantong plastik. Peraturan Wali Kota Bekasi yang menjadi dasar kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik ini mirip dengan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Definisi kantong plastik ramah lingkungan didalam kedua peraturan pimpinan daerah tersebut dinilai hanya sekadar Reusable atau bisa digunakan berulang-ulang. Sementara UU nomor 18 tahun 2008 memberikan definisi Reduce, Reuse, Recycle, Return to Earth.

”Pada hal Reusable itu perilaku, dan menyelesaikan masalah sampah plastik tidak bisa dengan  solusi tunggal,” kata Puput belum lama ini.

Baik Perbup maupun Perwal menurutnya lebih baik mengacu pada peraturan diatasnya yakni UU nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Didalam Perwal Kota Bekasi, definisi kantong plastik ramah lingkungan adalah kantong plastik yang terbuat dari bahan alami dan bersifat reusable dan telah mencantumkan Eco Label (Label Lingungan) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pencantuman Logo Ekolabel.

Konsep mengganti kantong plastik menggunakan kantong belanja yang dapat digunakan berulang kali ini awalnya diberikan oleh Tim Wali Kota Untuk Percepatan Pembangunan (TWUP4). Total sudah 3.500 kantong belanja dibagikan kepada masyarakat sebelum tanggal 1 Maret mendatang. Pengadaan kantong-kantong belanja tersebut berasal dari CSR.

Kepala Bidang Kehidupan Perkotaan TWUP4 membantah ada perbedaan definisi mengenai kantong plastik ramah lingkungan. Justru, ia mengklaim apa yang dilakukan oleh Pemkot Bekasi berupaya untuk mengurangi aliran sampah menuju ke TPA.

”Kalau KPPL-I itu melihat bahwa pengurangan sampah kantong plastik dengan mengganti yang ramah lingkungan, artinya yang bisa daur ulang. Itu berbeda dengan kita melarang mall atau tempat belanja membagikan plastik apapun bahannya. Jadi kita tidak tergantung lagi pada kantong-kantong sekali pakai, kita meminimalisir sampah di Sumur Batu yang berbahan plastik,” terangnya.

Ribuan kantong belanja yang telah dibagikan juga disebut terbuat dari bahan ramah lingkungan, seperti kain. Pengurangan penggunaan kantong plastik ini rencananya akan ditingkatkan menjadi pelarangan penggunaan sampah plastik. Perwal akan dirubah setelah pengurangan penggunaan kantong plastik sudah berjalan Maret mendatang.

Jika sudah dalam bentuk larangan, maka ada sanksi yang bisa dikenakan kepada pasar maupun tempat perbelanjaan yang membandel. (sur)

Related Articles

Back to top button