Cikarang
Trending

Polisi Tangkap Empat Pelaku Tawuran

Caption F-Insert: Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polres Metro Bekasi berhasil menangkap empat pelajar yang diduga terlibat dalam tawuran maut yang mengakibatkan satu orang tewas di Jalan Inspeksi Kalimalang, Cikarang Pusat, beberapa waktu lalu. Keempat pelajar yang ditangkap itu berinisial F, S, A dan M.

Selain keempat tersangka, polisi juga mengamankan sebanyak 13 pelajar lain yang diduga turut terlibat tawuran. ”Dari hasil pemeriksaan, ternyata empat orang ini diduga terlibat kuat hingga menewaskan korban. Sedangkan sisanya kami beri pembinaan dan telah dipulangkan,” ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Sabtu (22/2).

Dijelaskan Hendra, keempat tersangka ditangkap di kediaman-nya masing-masing pada Jumat (21/2) lalu. Berdasarkan pemeriksaan, mereka berkaitan erat dengan korban NS yang tewas akibat luka bacok di bagian dada.

”Mereka punya peran masing-masing. Jadi ada dua yang mengeroyok dan dua orang lain-nya ikut membantu sampai akhir-nya korban meninggal dunia. Maka dari itu, keempat orang ini kami tangkap di berbagai tempat yang kebetulan mereka tidak masuk sekolah,” terang Hendra.

Seperti diketahui, aksi tawuran itu terjadi pada Kamis (20/2) dini hari di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat. Tawuran melibatkan dua kelompok pelajar, yakni dari SMK Negeri 1 Pasir Ranji dan SMK Dewantara Cikarang Utara.

Tawuran yang melibatkan lebih dari 20 orang pelajar itu menewaskan NS, pelajar SMK Negri 1 Pasir Ranji. NS tewas dengan luka parah di bagian dada. Sedangkan keempat tersangka yang ditangkap berasal dari SMK Dewantara.

Hendra mengatakan, tawuran itu dipicu dari aksi saling menantang di media sosial (medsos) hingga akhirnya kedua kelompok membuat janji untuk tawuran.

Sementara itu, keempat tersangka akan dikenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 12 tahun penjara.

”Dengan kejadian ini, saya sudah instruksikan langsung ke semua personel dan seluruh polsek untuk langsung melakukan langkah antisipasi. Masuk ke sekolah dan lebih intensif lagi patroli di jalanan untuk mencegah hal seperti ini kembali terjadi,” pungkas Hendra. (pra)

 

Related Articles

Back to top button