BekasiBerita Utama
Trending

PULUHAN RW TERENDAM

TERENDAM BANJIR : Warga menyelamatkan kendaraanya yang terjebak banjir di Kawasan Kavling PGRI, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu (23/2). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI
Puluhan RW Terendam

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sementara itu, curah hujan masih cukup tinggi mengguyur Wilayah Kota dan Kebupaten Bekasi, akibatnya tercatat sedikitnya banjir merendam wilayah Kota Bekasi. Kemarin, warga mencatat banjir besar yang merendam sebagian wilayah Kecamatan Medansatria, terbesar setelah banjir awal tahun lalu, Minggu (23/2).

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak Sabtu malam pukul 23.00 hingga Minggu pagi pukul 05.00. Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria menjadi wilayah yang terendam air cukup luas, dari total 33 RW, 32 diantaranya terdampak banjir.

Hingga sore hari pukul 17.30 kemarin, air belum mengalami penurunan yang signifikan, aktivitas warga terganggu, menjelang sore warga di wilayah Jalan Pujasera, Kawasan Harapan Indah mulai mengungsi dibantu perahu karet BPBD dan TNI. ”Udah banjir tadi disini jam 1 pagi, tapi belum tinggi banjirnya,” kata salah satu warga, Kasnali (50).

Air semakin tinggi menjelang pagi hari. Banjir juga menelan satu korban jiwa, korban diketahui security yang sedang betugas dini hari kemarin. Informasi yang berhasil dihimpun, korban tewas akibat tersengat arus listrik, tidak sengaja memegang tiang listrik. ”Iya satpam dia, lagi jaga di Jalan Nusa Indah 8,” lanjut pria paruh baya tersebut.

Banjir kali ini dicatat sebagai banjir terbesar selama tahun ini, akibat diguyur hujan selama enam jam. Ketinggian air di wilayah ini mulai dari 10 hingga 100 cm. Kecamatan Medansatria mencatat 32 RW terendam banjir di wilayah Kelurahan Pejuang, satu titik di wilayah Medansatria, dan satu RW di wilayah Kelurahan Harapanmulya.

”Jadi saat ini memang yang terbesar, karena kita di awal Januari juga yang terdampak sangat sedikit ya, tidak setinggi ini. Dan yang paling parah di kavling PGRI dan RW 16 pujasera (Harapan Indah),” terang Camat Medansatria, Lia Erliani saat dijumpai di Jalan Pujasera.

Penyebab banjir sementara ini dijelaskan akibat saluran drainase yang tidak berfungsi maksimal, penelusuran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), air laut pasang di hilir juga ikut menghambat pergerakan air. Akibatnya air di wilayah ini sulit untuk surut.

Banjir di sejumlah wilayah disebabkan oleh luapan air tiga kali yang mengalir di wilayah Kecamatan Medansatria, diantaranya kali Bancong, Kali Kapuk, dan Kali Irigasi. Khusus di wilayah Jalan Pujasera, disebabkan luapan air Kali Kapuk. ”Ini luapan kali Kapuk, karena elepasi perumahan ini berada di bawah aliran kali kapuk,” ungkapnya.

Lia membenarkan adanya korban jiwa yang meninggal akibat tersengat aliran listrik.  Korban terpeleset kemudian tersengat aliran listrik. Kejadian tersebut dikabarkan pada pukul 03.00 dini hari, yang bersangkutan merupakan satpam di wilayah RW 16, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi.

Saat ini, warga yang terdampak banjir mulai dievakuasi di berbagai wilayah, posko evakuasi diantaranya terletak di kantor Kecamatan Medansatria, tiap Kelurahan, dan beberapa rumah ibadah.

Di lokasi yang lain, RW 05, Perumahan Pondok Sani, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria juga terendam air hingga 1 meter akibat luapan air kali Bancong. Keadaan diperparah akibat adanya tanggul jebol sepanjang 40 meter di kawasan perumahan tersebut. Tanggul diketahui sudah dalam keadaan jebol satu tahun terakhir.

”Terdiri dari 9 RT, semua rata, terutama yang paling parah itu adalah RT 08 dan RT 9, karena dia kondisinya paling rendah sampai 1 meter lah. Kira-kira jam 2 jam 3 mulai naik, jam 8 itu paling parah,” ungkap ketua RW 05, Sudirman.

Di wilayahnya, setidaknya terdapat 943 kepala keluarga terdampak banjir, warga sempat mengungsi di masjid Al Ijtihad yang berada diarea perumahan dini hari kemarin. Air berangsur surut menjelang sore. (Sur)

Related Articles

Back to top button