BekasiBerita Utama
Trending

Ratusan Warga Kehilangan Rumah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan warga di Kampung Gabus Pabrik RT 005/004, Desa Sriamur, Tambun Utara, harus kehilangan tempat tinggalnya. Pasalnya, tanah tempat berdirinya rumah longsor terbawa arus Kali Bekasi. Hal tersebut awal terjadi pada pukul 20.02 lalu, dimana tanah warga yang ada dibantaran Kali Bekasi mulai terkikis air.

Salah satu warga yang rumahnya terkena longsor, Dihako (74) mengatakan, pada tahun 1995 silam saat dirinya masih remaja tanah yang sekarang menjadi Kali Bekasi itu jalan utama di kampungnya. Dimana disitu juga ada ratusan rumah warga. Sekitar 300 meter tanah warga yang sekarang hilang.

”Dulu lokasi longsor ini jalan utama, di depan rumah masih bisa naro mobil. Tadinya rumah saya depannya ke jalan, karena lama-lama jalan hilang saya puter. Tanah engkong saya 300 ratus meter, sekarang tanahnya udah enggak ada. Yang sekitar 100 rumah sampai sekarang,” ujarnya saat dimintai keterangan di lokasi banjir, Minggu (23/2).

Menurutnya, saat awal-awal tanah terkikis mulai sedikit-sedikit mengingat masih banyak pohon. Namun sekarang sudah tidak ada pohon lagi, sehingga longsor mulai terjadi setiap turun hujan. Tepatnya saat aliran air Kali Bekasi sedang banjir. Kata dia, terkahir pada hari ini Minggu (23/2) sekitar pukul 10.00 pagi.

”Kalau dulu awal-awal karena masih banyak pohon-pohon. Longsornya sedikit-sedikit. Kalau sekarang udah enggak ada pohon, makanya longsornya langsung. Terakhir tadi sekitar pukul 10:00 pagi tanah kembali longsor,” tuturnya.

Selama ini masyarakat sudah melaporkan ke Pemerintah Daerah (Pemda). Namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari Pemda untuk mengatasi persoalan longsor ini. Dia menegaskan, bahwa tanah yang hilang ini resmi tanah warga, semua ada surat-suratnya.

”Lapor Saya udah. Tapi kaga ada tanggapan sampai longsor udah mau ke rumah saya. Kalau tanah surat-suratnya ada semua disini mah. Tapi tanahnya kaga ada. Ada pemberitahuan buat bayar pajak. Saya kaga bayar. Tanahnya kaga ada. Tapi saya diminta bayar juga, penanganannya juga kaga ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota BPD Sriamur, Hasbi Aas mengatakan kondisi itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan telah diusulkan agar ada penanganan ataupun pencegahan lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Kendati demikian, hingga kini belum ada upaya serius yang dilakukan oleh pemerintah baik di tingkat daerah, provinsi maupun pusat.

”Bertahun-tahun, warga yang tinggal di dekat bantaran Kali Bekasi belum mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal saat hujan deras melanda dan air kiriman datang warga selalu merasa was-was rumahnya roboh akibat tanahnya tergerus derasnya aliran air Kali Bekasi,” bebernya.

Untuk itu, warga berharap pemerintah tanggap akan persoalan ini dengan melakukan penanganan dan pencegahan longsor susulan di lokasi tersebut seperti dengan memasang sheet pile beton.

”Karena sudah sekian banyak rumah yang hilang akibat tergerus longsor dan terbawa aliran sungai. Sementara warga yang masih bertahan, ingin merasakan keadilan dan perhatian pemerintah,” ucapnya.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Bekasi dapil IV (empat), Warja Miharja menuturkan, sejauh ini dirinya sudah meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi turun tangan dalam mengatasi persoalan ini. Untuk sekarang kata dia, Pemda sudah memberikan bantuan bambu untuk warga membuat pancang, yang sifatnya sementara. ”Sekarang Pemda melalui BPBD sudah memberikan bantuan bambu untuk penangan sementara. Tapi ini sifatnya sementara,” tuturnya.

Pria yang juga anggota komisi IDPRD Kabupaten Bekasi mengaku, sejauh ini dirinya sudah menjalin komunikasi dengam BBWS untuk penanganan persoalan ini. Kata Warja, hasil komunikasi tersebut BBWS sedang berkomunikasi untuk penanganan longsor di Kali Bekasi. ”Kata BBWS saat ini mereka sedang berkoordinasi untuk rencana penanganan longsor di Kali Bekasi,” ungkapnya. (pra)

Related Articles

Back to top button