Cikarang

Warga Penghuni Cluster Deltamas Ancam Lakukan Demo

PASANG SPANDUK: Warga penghuni Cluster di Deltamas memasang spanduk penolakan transisi swakelola keamanan, kebersihan dan pengelolaan sampah ke Pemerintah. PRA/RADAR BEKASI

Sejumlah warga yang menghuni rumah Cluster di Deltamas, menolak rencana penyerahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum) ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Ketua RT di Cluster El Verde, Eko Ratno Pramudiono mengatakan, yang jadi penolakan warga, ikut disisipkannya item lain yang menurutnya tak perlu diserahkan ke Pemerintah, yakni keamanan, kebersihan dan pengelolaan sampah.

”Warga pada dasarnya mendukung rencana serah terima Fasom-Fasum ke Pemerintah. Tapi, seperti keamanan, kebersihan dan sampah ikut diserahkan, dan kami menolak itu,” ujar Eko, Senin (24/2).

Menurut dia, ketiga item tersebut, harusnya tidak perlu diserahkan seperti yang tertuang dalam Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan dan Permukiman di Daerah.

”Dalam Permendagri itu, tidak menginstruksikan tiga item itu untuk diserahkan. Yang kami tahu, ketiga item itu ketika awal membeli rumah merupakan fasilitas estate, seperti pengamanan 24 jam, kebersihan dan lain-nya,” terang Eko.

Di tempat yang sama, Ketua RT Cluster Livera, Sumaryadi menjelaskan, Deltamas saat ini telah memiliki sekitar 16 Cluster. Secara bertahap, semua Fasos-Fasum yang ada di masing-masing cluster akan diserahterimakan ke Pemerintah.

”Tanggal 1 Maret 2020, sudah mulai dilakukan serahterima secara perdana, ada 4 Cluster, yaitu Cluster Rivera, Cluster Hawaii, Cluster Caribbean, dan Cluster Fresno. Setahu saya, yang namanya mau diserahterimakan, Faos-Fasum-nya diperbaiki dulu, tapi ini masih pada rusak kok diserahterimakan,” beber Sumaryadi.

Ditambahkan-nya, menurut aturan yang ia ketahui, dalam serah terima yang ikut diserahkan, yakni air dan parkir. Tetapi, pihak estate tidak menyerahkan dua item itu ke Pemerintah dan malah memasukkan item keamanan, sampah dan kebersihan yang menurut hitungan ekonomi tidak menguntungkan estate.

 ”Kami mendukung serah terima Fasos-Fasum itu, tetapi menolak bila keamanan, kebersihan dan sampah diswakelolakan. Harusnya itu tetap menjadi kewenangan estate, sebab tiga item itu yang menarik bagi kami sehingga mau beli rumah di sini,” tandas Sumaryadi.

Ia berharap, pihak estate mau berdiskusi dengan warga kaitan hal ini. Meski sebelumnya, warga pernah dimediasi oleh pihak polsek dan kecamatan. Namun, hingga kini belum ada keputusan apapun terkait penolakan warga yang meminta agar tiga item tersebut tidak masuk dalam serah terima ke Pemerintah.

”Beberapa waktu lalu kami pernah dimediasi pihak polsek dan kecamatan, tapi lucunya, hasil notulen tak sesuai dengan apa yang dirapatkan. Belum lagi yang hadir dari pihak estate bukan orang yang bisa mengambil keputusan,” sesalnya.

Sebagai Ketua RT, ia mewakili warga juga terbuka kepada pihak estate bila menurutnya ketiga item itu merugikan estate. Pihaknya pun bersedia membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) dinaikkan, asalkan tidak ikut diserahterimakan ke Pemerintah untuk diswakelolakan.

”Kami bersedia jika IPL-nya dinaikkan, asalkan rasional saja. Jangan karena menurut estate merugi, sehingga sampah, kebersihan dan keamanan diswakelolakan, yang kemudian diserahkan pertanggungjawabannya ke Pemerintah. Itu yang kami tidak setuju,” pungkasnya

Lanjutnya, jika tuntutan warga tak juga dipenuhi oleh pihak Deltamas yang merupakan pengembang dari 16 Cluster ini, maka pihaknya mengancam dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi unjuk rasa.

”Kalau tuntutan kami tak dipenuhi, maka jangan salahkan jika warga di 16 Cluster ini akan demo dan menuntut Deltamas agar mencabut rencana swakelolakan tiga item itu,” tandasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button