Bekasi
Trending

120 Desa Terendam Banjir

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, menaikan status tanggap darurat akibat dampak banjir yang menerjang 20 Kecamatan dan 120 Desa. Status tanggap darurat tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

Bupati Eka mengaku, keputusan tersebut setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di aula Desa Lambang Sari, kemarin.

Kata Eka, banjir telah merendam hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi kecuali di tiga Kecamatan, yakni Cabangbungin, Cibarusah, dan Bojongmangu. ”Menurut laporan BPBD tercatat sekitar 20 kecamatan yang wilayahnya terendam banjir. Dan setelah meninjau wilayah bersama muspida didampingi dinas dan instansi terkait, bahwa kondisi banjir di Kabupaten Bekasi sudah begitu massif,” kata Eka usai memutuskan tanggap darurat di Desa Lambang Sari.

Dengan status tersebut, Eka mengintruksikan seluruh perangkat daerah terjun ke lapangan guna membantu warga terdampak banjir.”Saya sudah perintahkan jajaran BPBD, Damkar, Dinas Sosial, Dinkes. Aparatur kecamatan, kelurahan sampai desa segera melakukan langkah-langkah cepat guna mengevakuasi warga yang tempat tinggalnya terendam banjir cukup parah,” ucap dia.

Saat ini, lanjut dia, sejumlah langkah telah dilakukan dari mulai evakuasi hingga penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan.

”Pendirian dapur umum dan penyaluran bantuan berupa makanan dan pakaian sudah dilakukan sejak kemarin. Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama dan banjir segera surut,” ujar dia.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Hendra Gunawan yang turut hadir dalam rapat koordinasi menuturkan, pihaknya tidak hanya menerjunkan bantuan berupa makanan. Melainkan juga memberikan bantuan fasilitas seperti perahu karet.

”Kan Kabupaten Bekasi sudah ditetapkan sebagai tanggap darurat. Jadi kami dari Forkopimda turut andil dalam membantu masyarakat,” jelasnya.

Setidaknya, kata Hendra, pihaknya menurunkan personil di setiap desa yang mengandalkan personil dari setiap Polsek sebanyak Sembilan personil di tiap desa.

”Kami turunkan setiap desa itu ada Sembilan personil, jadi 120 desa dikali Sembilan personil. Itulah jumlah persenil yang kami turunkan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kepastian apa saja yang akan dipersiapkan untuk aspek pengendalian masalah banjir. Kepala Bidang Pengairan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Nur Khaidir menuturkan, untuk masalah Kali Bekasi sudah ditindaklanjuti melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dengan program multiyears.

”Untuk masalah Kali Bekasi sudah ditindaklanjuti oleh BBWS, dimana akan dibangun tanggul selama tiga tahun. Karena panjangnya luar biasa, yang meliputi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi,” katanya.

Namun untuk yang menggunakan APBD, untuk percepatan permasalahan, lantaran baru ditetapkan tanggap darurat pihaknya baru melakukan inventarisir. ”Kami lakukan inventarisir dulu ya,” jelasnya.(and)

Related Articles

Back to top button