Bekasi
Trending

Dua Bulan, Lima Kali Rumah Terendam

Dua Bulan, Lima Kali Rumah Terendam

1. EVAKUASI LANSIA: Sejumlah petugas Brimob mengevakuasi warga lanjut usia (lansia) yang terjebak banjir di Perumahan Dukuh Bima Desa Lambangsari Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Selasa (25/2). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Akses jalan terputus membuat warga Kota Bekasi mengurungkan niat untuk pergi bekerja. Bahkan, untuk membantu warga Kota Bekasi yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta, tol Becakayu terpaksa dibuka untuk kendaraan roda dua.

LAPORAN : Surya Bagus- Andi Mardani

Jatiasih-Cikarang

Hari Selasa, tentu bukan waktunya untuk berlibur di rumah atau tidak bekerja dengan alasan seadanya. Konsekuensi sudah pasti ada untuk karyawan yang mengurangi jam kerjanya secara sepihak, biasa disebut oleh masyarakat Kota Bekasi membolos.

Jarum jam masih menunjukkan pukul 06.00, Fikrie Wirawan (35), warga Komplek Graha Indah, mulai memutar otak untuk mengantarkan istrinya pergi bekerja. Biasa ia mengantarkan sang istri sampai di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Apartemen Mutiara untuk selanjutnya menunggu jemputan.

Kemarin merupakan hari yang menjengkelkan bagi Fikrie. Pasalnya, ia harus bersusah payah mencari jalan untuk menuju kawasan Pekayon, Bekasi Selatan. Usahanya sia-sia, laju kendaraannya harus terhenti lantaran genangan banjir merendam setiap ruas jalan yang akan dilalui.

”Saya dari rumah ke depan komplek aja sudah terisolir, dari dalam perumahan aja nggak bisa kemana-mana,” katanya, Selasa (25/2).

Lokasi perumahannya persis berseberangan dengan Perumahan Bumi Nasio Indah, jalan Jati Mekar yang memisahkan keduanya perumahan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan. Untuk mensiasati itu, Fikrie memilih jalan lain, menyusuri perkampungan, meskipun diakui jarak yang ia tempuh lebih jauh dari biasanya.

Andai akses jalan di depan perumahan tidak putus, ia bisa memacu kendaraannya lebih cepat menuju lokasi jemput, untuk keluar dari area perumahan melalui gerbang depan saja sudah tidak bisa.

Niat hati ingin melaju melalui jalan KH Noer Alie, laju kendaraannya harus terhenti di area Caman. Tidak ada akses, terputus. Beruntung, permasalahan yang sama juga dialami oleh sebagian besar rekan kerja istrinya, mereka mengirimkan foto kondisi perjalanan supaya mendapat izin, atau mungkin keringanan dari perusahaan yang berlokasi di kawasan MM 2100 tempat bekerja.

”Udah macet, padat, banjir, lengkap dah. Ada sih (toleransi perusahaan) ngasih foto kondisi aja sudah, teman-teman kantornya juga banyak yang gak Nemu jalan tadi, banyak yang gak masuk katanya,” ungkapnya.

Di tempat yang lain, puluhan kendaraan terlihat melintas di atas Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), jalan tol layang ini memang sengaja dibuka untuk kendaraan roda dua sekira pukul 07.00. Guna memudahkan masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa.

”Motor bisa masuk tol, dari arah timur ke arah barat hanya dua kilo saja yang di izinkan, setelah itu silahkan keluar lagi,” terang Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijanarko saat dijumpai di lokasi.

Sedangkan pengendara yang melintas dibawahnya, mereka diarahkan untuk memutar masuk ke area kawasan Kota Bintang guna menghindari genangan di kolong tol JORR.

Sementara itu, Kondisi yang melanda banjir wilayah Kabupaten Bekasi terjadi dibeberapa titik. Baik dipermukiman, perumahan, hingga kawasan elit. Setidaknya terhitung sejak Bulan Januari tahun 2020 sebagian masyarakat sudah mengalami banjir hingga lima kali. ”Banjir sekarang sudah lima kali saya alami,” kata warga Kampung Cibeber, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Suhimin (56).

Ia menjelaskan, pada satu pekan ini dirinya sudah mengalami dua kali banjir. Baru saja pada hari Senin (24/2) kondisi banjir dan baru surut siang hari. Namun lantaran hujan dengan intensitas tinggi pada Senin Malam, sehingga Selasa (25/2) dini hari harus mengalami banjir kembali. ”Bagi kami untuk masalah banjir sudah biasa, baik lelah, serta harus begadang (tidak tidur),” ujar wanita paruh baya ini.

Kondisi kebanjiran di Perumahan elit Dukuh Bima, Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan juga mengalami banjir untuk kedua kalinya pada tahun 2020.Setidaknya, banjir yang melanda kawasan elit tersebut mencapai 1-2meter. Tim bantuan bencana yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan BPBD memberikan bantuan untuk melakukan evakuasi.

Sebanyak lima perahu karet diturunkan untuk membantu masyarakat, baik usia lansia, dewasa, dan balita hingga bayi.”Evakuasi, evakuasi,”kata para petugas yang menggunakan perahu karet saat menyusur wilayah perumahan yang terdata hingga 350 Kepala Keluarga (KK) tersebut.

Ketika para petugas menyusur perumahan, masyarakat yang berada dilantai dua langsung menyambut bantuan dari petugas untuk dilakukan evakuasi.”Saya sudah jalan lima tahun tinggal disini, dan banjir ini baru pertama kalinya saya alami. Namun untuk tahun ini terhitung sejak Bulan Januar sudah yang kedua kalinya,”ujar Hengki (39) kepada Radar Bekasi.

Salah satu petugas BPBD Kabupaten Bekasi, Andhika menuturkan, dirinya belum pulang kerumah sejak beberapa hari lalu.”Bagi saya bertugas ini lebih penting, karena kebetulan juga belum berkeluarga,”katanya seraya melempar senyuman.

Ia mengisahkan, ketika mengevakuasi seorang lansia serta bayi begitu sulit. Sebab perlu kesabaran dan menggunakan hati yang ikhlas dalam pemberian pertolongan.”Kerja jadi relawan ini butuh hikdmat dan kerja ikhlas,”ujarnya.(sur/and)

Related Articles

Back to top button