BekasiBerita Utama
Trending

Pelayanan Lumpuh

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Akibatnya, sejumlah pelayanan publik dan akses jalan warga terganggu karena terendam banjir, beberapa ruas jalan Kota Bekasi ditutup total. Banjir yang terjadi di hari kerja ini mengganggu aktivitas warga, bahkan jalan tol layang Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu) sempat dibuka untuk kendaraan roda dua pada pagi hari.

Salah satu jalan yang tidak bisa dilalui yakni kolong tol JORR yang berada di Jalan KH Noer Alie, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dua ruas jalan yang dipisahkan oleh Kalimalang ini tidak bisa dilalui kendaraan, jalan sudah tergenang sekira pukul 05.00.

Selain jalan KH Noer Alie, ada beberapa jalan yang di tutup total diantaranya jalan Jati Makmur, Jalan Kartini, Jalan Baru Underpass, dan Jalan Ahmad Yani tepatnya di kolong flyover Pekayon Tol Barat.

Untuk melintas di jalan KH Noer Alie, pengendara pagi harinya diarahkan melintas di atas Jalan Tol Becakayu, sementara pada siang harinya pengendara diarahkan melintas melalui kawasan Kota Bintang.

Ruas jalan ini memang kerap kali direndam banjir, hampir setiap intensitas hujan tinggi. Sementara ini diduga pompa yang disediakan di kawasan tersebut tersumbat sampah pada saat pertama kali dioperasikan, sehingga pompa tidak menyedot air dengan maksimal.

Kedua, posisi kontur tanah di kolong tol JORR ini merupakan cekungan, Pemerintah Kota Bekasi mengaku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengandalkan pompa yang ada. Pasalnya di bagian atas ruas jalan dilalui tol JORR, tidak memungkinkan untuk ruas jalan tersebut ditinggikan.

”Tetapi kita kan terkendala oleh tingginya jalan tol, sudah maksimal, kalau jalan ini kita tinggikan mentok ini. Sementara standar jalan ini adalah standar jalan arteri, dia memiliki tinggi itu minimal 4,2 meter. Jadi nggak boleh kalau di jalan arteri kurang dari itu, nah ini jadi nggak bisa,” terang Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat dijumpai di lokasi, Selasa (25/2).

Karena hanya menaruh harapan melalui kinerja pompa untuk menguras air, pihaknya sedang berusaha untuk meminta kepada pelaksana proyek tol Becakayu untuk menambah jumlah pompa.

Hingga siang kemarin, total 35 titik wilayah terendam banjir dengan ketinggian diatas 80 cm. Guna mengevakuasi warga yang berada di wilayah dengan ketinggian air diatas 80 cm tersebut, 36 perahu karet diterjunkan.

Dibandingkan banjir yang terjadi pada awal tahun kemarin, banjir kali ini dinilai tidak terlalu ekstrim, tidak didapati tanggul yang tergerus air hingga jebol seperti beberapa waktu lalu. Selain itu tidak ditemukan laporan ketinggian volume air yang melebihi ketinggian tanggul.

Kali Bekasi kian mengkhawatirkan, normalisasi yang sempat direncanakan pada awal tahun lalu belum terlaksana. Pemkot Bekasi berharap melalui dana Rp4,5 triliun yang diberikan oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa segera dilaksanakan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

”Kemarin 85 persen untuk sekarang 65 persen. Pengerukan sungai yang ada di kali kapuk, Sunter, Cakung. Yang kedua, kita juga akan koordinasi dengan kabupaten untuk melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Terkait dengan usulan Tim Wali Kota untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan (TWUP4) untuk membentuk tim khusus penanggulangan bencana terpadu, ia menyebut sudah ada tim yang bergerak secara simultan menanggulangi bencana banjir yang terjadi. Pemerintah Kota Bekasi akan segera merapatkan situasi tanggap bencana setelah kondisi tidak kunjung membaik. Tri juga membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa kali ini.

Selain akses jalan, pelayanan distribusi air oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot (TP) juga disebut terganggu. Wilayah yang terganggu diantaranya Bekasi Utara, Medansatria, dan Bekasi Barat. Gangguan awalnya diisebabkan oleh matinya pompa air untuk wilayah pelayanan Bekasi Barat karena terendam air.

”Awalnya yang terganggu di Bekasi barat, lalu kami memodifikasi agar tetap terlayani di Bekasi Barat. Akhirnya kami menggunakan jalur lama dengan pompa yang seharusnya untuk melayani di Bekasi Utara dan Medansatria kita kasih beban baru untuk melayani Bekasi barat juga,” terang Humas PDAM TP, Endar Hifdzuddin Maemunandar.

Akibatnya, pelayanan di tiga wilayah tersebut tidak maksimal, produksi air bersih juga terganggu. Produksi yang seharusnya bisa mencapai 480 liter per detik, hanya mencapai 350 liter per detik.

Perbaikan pompa ditarget selesai selama satu hingga dua hari kedepan, sementara air yang menggenang di rumah pompa hingga malam masih terus disedot keluar. Empat mobil Tangki kapasitas 5.000 liter disediakan untuk kebutuhan pelanggan di wilayah yang terdampak gangguan pelayanan.

Transportasi massal milik Pemkot Bekasi, Transpatriot juga sempat tidak bisa mengaspal akibat sejumlah jalan tergenang air. Disebut hanya beberapa bus saja yang tetap beroperasi.

”Betul (terganggu). Kondisi alam yang menyebabkan operasional Trans Patriot terganggu, tapi pada jam 13.00 dibeberapa titik sudah normal kembali,” jelas Humas PD Mitra Patriot, Iqbal Daud.

Lingkungan kantor Pemkot Bekasi yang beralamat di jalan Ir. H. Juanda, Bekasi timur juga diketahui tergenang banjir di halaman kantor, akibatnya pelayanan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Diaduk Capil) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dialihkan ke kantor kecamatan dan kelurahan serta mall pelayanan publik.

Banjir kali ini juga menelan korban jiwa, akibat tersengat listrik pada saat air mulai merangsek ke permukiman warga di wilayah Kampung Mulya Jaya, RT 02/02, Kelurahan Harapanmulya, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. Satu lainnya anak berusia sembilan tahun atas nama Muhhammad Jamil, korban meninggal dunia di rumah sakit setelah sebelumnya diketahui bermain di selokan di wilayah Jalan Guntur, Kelurahan Kayuringinjaya, kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sementara itu, ada enam titik banjir yang berada di ruas jalan tol Jakarta Cikampek. Diantaranya yakni

Arah Cikampek di kilometer 08 terdapat  di seluruh lajur, namun masih dilintasi seluruh jenis kendaraan. Pengguna jalan diimbau berhati-hati. Kemudian genangan pun terdapat di kilometer 19 dan 34 namun masih bisa dilintasi kendaraan.

Sedangkan untuk arah Jakarta, titik yang terendam berada di kilometer 34 namun masih dapat dilintasi seluruh kendaraan. Kemudian di kilometer 19 terdapat genangan sehingga pengguna jalan hanya dapat melintasi dengan menggunakan lajur 3 dan lajur 4.

Kemudian genangan pun terdapat di kilometer 08 Jatibening. Genangan terdapat di seluruh lajur dan hanya dapat dilintasi kendaraan besar. Pengguna jalan dengan kendaraan kecil dari arah Cikunir/Bekasi arah Jakarta diimbau untuk mengambil jalur alternatif lainnya seperti Jalan Tol JORR.

Selain itu, genangan pun terdapat di beberapa ruas tol lainnya yakni Tol Jagorawi kilometer 3+800, Tol JORR non S kilometer 44+700 (arah Rorotan) dan Gerbang Tol Cikunir 4 arah Jatiasin ditutup sementara karena terdapat genangan. Arus dialihkan menuju Kalimalang.

Gerbang Tol lainnya yang turut ditutup akibat banjir yakni Bekasi Barat 2 dan Pondok Gede Timur.

“Untuk memastikan kondisi jalan tetap aman untuk pengguna jalan, saat ini petugas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek tengah menyiagakan perambuan serta penempatan petugas sebelum lokasi genangan air agar pengguna jalan dapat mengurangi kecepatan kendaraan dan mengantisipasi genangan air,” kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero), Dwimawan Heru.

Siswa SMA Batal Simulasi UNBK

Terpisah, ratusan siswa Tingkat SMA di Kota Bekasi terpaksa menunda pelaksanaan simulasi Ujian Nasional berbasis Komputer. Pasalnya, sekolah mereka terendam air hingga 80 cm. Tidak hanya itu, akses jalan menuju ke sekolah pun lumpuh tidak bisa dilalui.

Pantauan Radar Bekasi, sebanyak 62 dari 110 SMA terpaksa tidak mengikuti pelaksanaan simulasi di hari kedua, Selasa kemarin. Selain sekolah terendam dan akses jalan menuju ke sekolah tertutup, pemadaman listrik juga menjadi salah satu penyebabnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Ekowati mengaku, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) wilayah III sudah memberikan imbauan dan mengingatkan agar sekolah yang terdampak banjir segera melaporkannya kepada pihak KCD, agar segera dapat dikonfirmasi kepada pihak tim helpdesk provinsi. Namun sampai saat ini belum dapat diputuskan untuk pelaksanaan simulasi gladi bersih pengganti untuk pelaksanaan simulasi di hari kedua ini.

”Sejumlah sekolah dapat melaporkan hal ini agar dapat dikonfirmasi langsung kepada pihak provinsi, tapi sampai saat ini belum ada kepastian gladi bersih susulan akan diadakan atau ditiadakan,” tuturnya kepada Radar Bekasi.

Ekowati berharap, pelaksanaan simulasi di hari ketiga nanti sejumlah sekolah sudah dapat melaksanakannya kembali dan tentunya tidak ada lagi kendala yang ada.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SMAN 8 Kota Bekasi Lela mengaku, akses jalan menuju ke sekolah tergenang air hingga tidak bisa dilalui segala jenis kendaraan. Selain itu juga, terjadi pemadaman listrik.

”Kita terpaksa tidak melaksanakan simulasi, karena akses kesekolah yang banyak terendam banjir dan juga aliran listrik yang padam, tentunya dalam hal ini kita sudah memberikan konfirmasi kepada pihak provinsi karena tidak bisa mengikuti simulasi gladi bersih pada hari ini,” ucapnya. (Sur/and/dew)

Related Articles

Back to top button