Berita UtamaCikarang
Trending

Rest Area KM 19 Rugi Miliaran Rupiah

ASIK BERENANG: Seorang bocah asik berenang di lokasi banjir Rest Area SPBU Tol Jakarta-Cikampek Km 19, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/2). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengelola Rest Area Km 19, Jakarta-Cikampek mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat banjir yang melanda wilayah tersebut sejak pukul 05.00, Selasa (25/2).

”Kalau diprediksi total kerugiannya mencapai miliaran rupiah. Pasalnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak bisa melayani pengendara bermotor yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) disebabkan rest areanya mengalami banjir,” kata management Rest Area Km 19, Brintis saat ditemui Radar Bekasi, kemarin.

Namun Brintis tidak dapat menyebutkan satu persatu tenan apa saja yang mengalami kerugian hingga total-nya mencapai miliaran rupiah.

”Kalau untuk detailnya kami belum punya data secara keseluruhan. Dan banjir kali ini merupakan yang pertama, karena pada awal Januari lalu, tidak separah sekarang. Apalagi BBM yang sudah ada terpaksa dipulangkan,” terang Brintis.

Ia menjelaskan, jumlah tenan yang ada di Rest Area KM 19 ada 15. Sehingga angka miliaran itu merupakan total kerugian yang dialami oleh seluruh tenan.

”Gara-gara banjir, sehingga proses transaksi jual beli di Rest Area KM 19 tidak ada atau lumpuh total,” ucap Brintis.

Di tempat yang sama, salah satu operator SPBU, Gilang menyampaikan ada 10 mesin BBM yang tidak beroperasi. Lanjutnya, setiap satu mesin ada dua operator yang bertugas.

”Untuk pendepatan SPBU secara keseluruhan, setiap hari-nya saya tidak mengetahui. Tapi untuk satu mesin, pendapatan-nya bisa mencapai Rp 40 juta – Rp 50 juta setiap delapan jam kerja atau satu shift,” tutur Gilang.

Sementara itu, petugas ATM Center Bank CIMB Niaga dan Bank Panin, Luthfi mengungkapkan, setiap mesin ATM diisi uang untuk pecahan Rp 50 ribu mencapai Rp 500 juta, dan pecahan Rp 100 ribu, bisa Rp 400 juta.-.

Kata dia, saat banjir awal tahun 2020, ketika diperiksa, seluruh mesin ATM pada penuh lumpur. Namun untuk saat ini, pihaknya belum melakukan pengecekan.

”Kalau bicara kerugian saya kurang paham. Disini itu ada sekitar 12 ATM center dari berbagai bank. Kalau memang ATM-nya terendam, sudah pasti uang dan mesin-nya rusak. Sehingga uang-nya harus dikembalikan atau diganti. Jadi kalau dibilang rugi, sudah pasti ada, tapi untuk berapa kerugiannya saya kurang paham, sebab hanya sebagai petugas saja,” beber Luthfi.

Pantauan Radar Bekasi, ketinggian air di rest area mencapai 60 cm atau sepinggang orang dewasa. Dan secara keseluruhan tidak ada aktifitas sama sekali. Beberapa restoran yang biasanya dipenuhi masyarakat yang sedang beristirahat, tidak ada sama sekali. (and)

 

 

Tags
Close