Berita UtamaMetropolis
Trending

Warga Harapan Indah Geruduk PT HDP

Desak Pengembang Tangani Banjir

AKSI: Ratusan warga Harapan Indah mendatangi PT Hasana Damai Putra (HDP) menuntut pihak pengembang menanggulangi persoalan banjir yang menimpa warga. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan warga Perumahan Harapan Indah Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, menggeruduk pihak pengembang PT Hasana Damai Putra (HDP) di Jalan Boulevar Hijau Raya.

Aksi tersebut buntut banjir yang merendam komplek perumahan tersebut sejak Sabtu (22/2), Minggu (23/2) dan Selasa (25/3). Warga menuntut adanya tanggung jawab pihak pengembang. Aksi warga berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00.

Ketua RT 02 RW 018 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Renaldi mengatakan, banjir rentang waktu tiga hari kemarin dinilai terparah dialami warga.

”Saya tinggal di sini lebih dari 25 tahun, tapi baru pertama kali banjir separah ini. Rumah saya sudah tinggi tapi tetap saja masuk sampai selutut kaki,” ujar Renaldi bersama warga lainnya.

Pihaknya juga menyayangkan tidak adanya dari pihak HPD ketika warga terdampak banjir. Pertolongan dan proses evakuasi ada dari instansi pemerintahan setempat.

”Kita mempertanyakan, akhirnya tadi pagi (kemarin), saya kebetulan adalah pengurus Karang Taruna kita kumpul membahas, dan mengambil langkah konkrit untuk penyelesaian masalah banjir ini dalam waktu dekat,” ucapnya.

Warga menuntut agar pihak HDP menyiapkan pompa air. Sehingga air dilingkungan warga dapat mengaliri ke saluran yang ada.

Sebelumnya pihak kecamatan dan kelurahan juga melakukan pertemuan dengan pihak HDP dan usulan tersebut direncanakan akan disiapkan Kamis (27/2). Aksi sekaligus mempertegas realisasi usulan tersebut.

”Enam tahun lalu pernah terjadi tapi tidak ada respon baik dari HDP. Jangka pendek warga meminta pompa air dan jangka panjangnya warga ingin ada folder air,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Koordinator Aksi Warga Perum Harapan Indah, Wana Alamsyah mengaku, tuntutan warga ada tiga hal dalam aksi yang di serukan kepada PT HDP.

Pertama, warga menuntut menyiapkan pompa air dalam waktu 1×24 jam, karena perumahan warga masih tergenang air. ”Seharusnya perusahaan sebagai otoritas yang memiliki kewenangan dalam mengelola perumahan, memiliki tanggung jawab. Itu yang pertama,” katanya.

Yang kedua, kata dia, warga meminta pihak HDP mendatangkan eskavator ke perumahan warga yang tergenang air, agar dapat mengeruk seluruh sedimentasi dan lainnya.

”Agar lebar saluran air bener-benar normal kembali, karena bagaiman pun juga, kalau seandainya dilihat di perumahan warga HI, saluran airnya sangat sempit,” ucapnya.

Tuntutan warga yang ketiga, meminta kepada pihak HDP membuatkan tandon air. Pasalnya perumahan warga saat ini tidak ada penampungan air.

Ketika hujan turun dengan kapasitas besar, tidak bisa menampung air hujan yang turun. Pihaknya juga menduga ada sistem drainase yang buruk di HI, sehingga membuat air tidak terserap secara optimal.

”Kita kebanjiran dari tanggal 22 sampai sekarang masih terjadi. Dan volume airnya mencapai 150 centimeter. Surut tanggal 23 kemudian kembali banjir lagi sekarang (kemarin),” terangnya.

Adanya aksi ratusan warga terdampak seperti di RW 16, 17, 18, 19 dan 20 kelurahan Pejuang ini menyusul tidak ada mekanisme evaluasi yang dilakukan oleh pihak HDP.

”Selama 3 jam kita melakukan aksi, Alhamdulillah pihak HDP menandatangani tuntutan kita, besok HDP menyiapkan pompa dan eskavator,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Perwakilan PT HDP Group Division Head TM, Gunawan menjelaskan, pihaknya menyepakati tuntutan warga. Dalam waktu dekat akan menyiapkan pompa air dan eskavator untuk warga yang terdampak banjir.

”Ya kita sudah sepakat besok kita akan siapkan eskavator dan pompa air untuk warga. Untuk tandon air di usahakan akan di siapkan dalam waktu enam bulan,” tukasnya.  (pay)

 

Related Articles

Back to top button