Berita UtamaMetropolis
Trending

Bantuan belum Maksimal

Evakuasi Lambat, Logistik Tersendat


BELUM SURUT: Warga mendorong kendaranya yang terjebak banjir di Kawasan Perumahan Harapan Baru II, Bekasi Barat, Rabu (26/2). Banjir merendam kawasan tersebut akibat luapan Kali Cakung. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga mengaku sulit meminta bantuan dari pemerintah mulai dari bantuan evakuasi hingga kebutuhan yang diperlukan di posko pengungsian.

Pengalaman ini dirasakan oleh warga perumahan Harapan Baru II, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Ketua RW 02 Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Bekasi Barat, Zulkarnain Irawan menyebut bahwa sejak air mulai  masuk ke area perumahan pada pukul 01.00 Selasa (25/2)  dini hari lalu, pihaknya kesulitan meminta bantuan untuk proses evakuasi warga.

Di perumahan ini, genangan air tercatat mulai dari 50 cm hingga 1,5 meter. Beruntung warga sudah mengevakuasi kendaraan mereka masing-masing di area pintu masuk perumahan.

”Dari pemerintah tidak ada (bantuan evakuasi), ada dari Pramuka peduli Bekasi. BPBD saya telepon gak ada yang ngangkat, ada PMI datang tadi malam jam 12an, bukannya bawa bantuan (kebutuhan mendesak) malah sensus (mendata) saya bilang saya nggak perlu sensus, kita perlu bantuan,” terangnya ketika dijumpai di posko pengungsian yang berada di area belakang perumahan, Rabu (26/2).

Hingga Rabu (26/2) siang, ketinggian air maksimal mencapai 1 meter di area perumahan. Air berangsur surut sejak pukul 06.00 kemarin. Air diprediksi terus menyusut jika volume Kali Cakung yang berada di belakang perumahan tidak kembali meningkat.

Nampak aliran kali masih deras. Kali Cakung ini bahkan memakan korban jiwa Selasa sore lalu. Satu korban hanyut akibat bermain di area kali belum ditemukan hingga kemarin. Total, tiga kali perumahan ini direndam banjir sejak awal tahun 2020.

”Kekurangan ya jelas bahan makanan, makanan siap saji, lalu selimut tapi ini sekunder, cuma orang tua itu kadang kakinya dingin itu perlu pakai minyak angin,” ungkapnya.

Bantuan baru datang dari kelurahan berupa beras dan dua selimut untuk 500 kepala keluarga di lingkungan perumahan. Selama direndam banjir, pihaknya mempergunakan uang kas RW untuk mencukupi kebutuhan bahan pangan.

Ada dua posko pengungsian di wilayah ini, di pintu masuk bagian depan perumahan dan pintu masuk bagian belakang perumahan.

Karena air meluap setinggi setengah meter diatas tanggul, pihaknya sudah mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) untuk meninggikan tanggul minimal setengah meter.

Terpisah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan terkait bantuan Pemkot Bekasi diakuinya masih memiliki persediaan kebutuhan seperti mie instan, dan lainnya. Untuk evakuasi ada 36 perahu karet diterjunkan ke wilayah yang terdampak banjir.

”Karena kondisinya BMKG dulu bilang sampai bulan Maret kita tidak cabut. Kita masih memberlakukan siaga,” jelasnya.

Pada saat banjir melanda bencana pada hari Selasa lalu, ia bersama dengan tim yang dibentuk memetakan anak sungai dan kali yang melintas di Kota Bekasi.

Rahmat menilai perlu desain master plan drainase dan memperbanyak tangkapan air berupa embung atau folder air. (sur)

Tags
Close